Selasa, 27 Desember 2022

JANJI TUHAN KEPADA YG TETAP SETIA SAMPAI AKHIR - eksposisi (Konteks Jemaat Smirna - Wahyu 2:8-11)

 


JANJI TUHAN KEPADA YG TETAP SETIA SAMPAI AKHIR - eksposisi
(Konteks Jemaat Smirna - Wahyu 2:8-11)

Disusun : Pdt. Erwan

📚 Wahyu 2:8-11
(8) "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Smirna: Inilah firman dari Yang Awal dan Yang Akhir, yang telah mati dan hidup kembali:
(9) Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu -- namun engkau kaya -- dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis.
(10) Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.
(11) Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, ia tidak akan menderita apa-apa oleh kematian yang kedua."

● PENDAHULUAN
Kota Smirna terletak di Asia Kecil atau Negara Turkey sekarang, tepatnya terletak sekitar 50 km di sebelah utara Kota Efesus.
Nama Smirna sekarang adalah Izmir.

Kota Smirna dibangun sekitar tahun 1000 sM/sejaman dengan Raja Daud oleh orang-orang Yunani, karena kota ini termasuk dalam jajahan bangsa Yunani.
Pada sekitar tahun 600 sM, kota ini diserang dan dihancurkan oleh orang-orang Lidia, sehingga 400 tahun setelah itu kota ini hilang dan hanya menjadi beberapa desa kecil, tetapi kemudian kota ini dibangun kembali oleh seorang Jenderal Yunani bernama Lysimachus pada zaman pasca Alexander Agung.

Sebagaimana yg kita tahu bahwa Yunani adalah bangsa yang sangat maju dalam banyak bidang termasuk bidang arsitektur, shg kota Smirna pun juga dibangun dengan sangat indah dengan nilai arsitektur yang sangat tinggi dan luar biasa.
Keindahan Smirna itu masih bertahan sampai hari ini dalam wujud Izmir modern.
(Sumber ttg Kota Smirna : William Barclay/Pemahaman Alkitab Setiap Hari "Kitab Wahyu")

Kota Smirna adalah sebuah kota Yunani dan kita tahu bahwa bangsa Yunani adalah bangsa kafir dan politeis, maka di kota Smirna dibangun juga banyak kuil dan patung dewa-dewa Yunani di antaranya adalah dewa Zeus (dewa Kepala), dewi Cybele (Dewi kesuburan), dewa Apollo (Dewa musik dan penyair), dewi Nemesis (Dewi Kemarahan), dewi Aphrodite (Dewi cinta dan kecantikan), dewa Asclepios (Dewa kesehatan dan pengobatan).

Hal lain tentang Kota Smirna adalah bahwa kota ini mempunyai hubungan khusus dengan Romawi jauh sebelum Romawi menjadi penguasa dunia. Smirna telah menunjukkan kesetiaannya terhadap Romawi yaitu membantu para tentara Romawi dengan makanan dan pakaian pada saat mereka kalah dalam peperangan melawan Mithradates di Timur Jauh.
Sebagai wujud penghormatannya kepada Romawi, pada tahun 195 sM Smirna membangun kuil Dewi Roma.

Kemudian pada tahun 26 M, pemerintah Romawi hendak membangun kuil Kaisar Tiberius yang didewakan yang juga sebagai penghargaan atas kesetiaan mereka.
Dengan demikian berdirilah kuil Kaisar Tiberius di kota Smirna.

Di kota Smirna terdapat begitu banyak orang Yahudi yang tinggal di sana. Dan mereka mempunyai kedudukan tinggi dan berpengaruh dalam kota tersebut. Ini disebabkan karena pada saat Smirna membangun dan mempercantik kota mereka, orang Yahudi menyumbang uang sebesar 10.000 dinar. Karena itu juga orang Yahudi memperoleh kebebasan beribadah dengan mendirikan sinagoge mereka di mana-mana.

Jadi, dari sedikit data diatas maka dapat disimpulkan bahwa Kota Smirna adalah sebuah kota yang sangat pluralis dalam urusan agama.

● ASAL USUL, KEHIDUPAN DAN PUJIAN TUHAN KEPADA JEMAAT SMIRNA

📚 Kisah Rasul 19:10
Hal ini dilakukannya dua tahun lamanya, sehingga semua penduduk Asia mendengar firman Tuhan, baik orang Yahudi maupun orang Yunani.

Jemaat Smirna diduga didirikan oleh Paulus sesuai keterangan dalam Kis 19:10 di mana Paulus memberitakan Injil di seluruh Asia.

1. 👉 Dalam teks Kitab Wahyu 2:9-10, menyatakan bahwa Jemaat Smirna sedang berada dalam keadaan atau penderitaan yang besar.
📋 Ayat (9) Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu
📋 Ayat (10) Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita ...

📚 Kata “kesusahan” (yun) “thlipsis” memiliki makna tidak hanya menunjuk pada kesusahan yang biasa/ringan seperti kesusahan karena tidak mempunyai uang dsb, tetapi memiliki makna sengsara, kesudahan, kesesakan dan penindasan yg berat.

▪ Ref. penggunaan kata “thlipsis” :
~ Kis 14:22b - utk masuk ke dlm Kerajaan Allah kita hrs mengalami byk "sengsara (thlipsis)”
~ Rom 12:12 - Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam "kesesakan (thlipsis)"...
~ 2 Tes 1:4 - dalam segala penganiayaan dan "penindasan (thlipsis)", yang kamu derita ...

📋 sbg catatan bahwa jemaat Smirna dalam teks ini sedang mengalami penganiayaan, kesusahan, penderitaan dll oleh pihak Romawi karena adanya peraturan bahwa, setiap orang yang tinggal di Smirna harus mengakui Tiberius sebagai Tuhan.
Jikalau mereka sudah mengakui Tiberius sebagai Tuhan maka setahun sekali mereka harus mempersembahkan korban/persembahan di altar kuil Tiberius sambil berkata : “Kaisar itu Tuhan” dan setelah itu masing-masing boleh kembali bebas memeluk agamanya masing-masing. ~> Di sinilah permasalahannya.

▪ Sementara orang-orang dari agama lain seperti agama-agama Yunani, bersedia melakukan hal tsb sedangkan orang Kristen sama sekali tidak mau melakukan hal tsb karena bagi mereka Yesus Kristus adalah satu-satunya Tuhan.
▪ Pemerintah Romawi kadang-kadang menyerang pemukiman Kristen, membakar habis rumah mereka, menawan, melucuti dan memukuli mereka dan ada banyak di antara orang Kristen yang dibunuh dengan pedang.
▪Lebih sadis lagi ada di antara mereka yang diadu dengan binatang buas yg menjadi kesukaan tontonan orang-orang Romawi yg ada pada saat itu.
▪Dan masih banyak aniaya lainnya yang tidak bisa disebutkan secara detail di sini.

📋 Jemaat Smirna adalah jemaat yang miskin, miskin di antara orang-orang kaya atau miskin di dalam kota yang kaya dan megah.
Kemiskinan mereka bukanlah kemiskinan yang biasa.

📚 Kata “miskin” di ayat ini menggunakan kata (yun) “ptocheia” yang berasal dari kata dasar “ptochos” ; ptokos, artinya bahwa jemaat di Smirna bukan hanya miskin tetapi mereka sangat miskin dan tidak mempunyai apa-apa atau melarat.

📋 Hal tsb dipicu karena rumah dan harta benda mereka dibakar oleh pemerintah Romawi karena iman dan pertobatan mereka yg tdk berkompromi dg dosa dalam bekerja (termasuk krn mereka tdk mau menyembah patung dewa-dewa dan kaisar disana)

📋 Mereka juga difitnah.
Wah 2:9 ... dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis.

▪Hal lain yang membuat jemaat di Smirna menderita adalah karena mereka difitnah orang Yahudi yg menjilat kpd pemerintah Romawi.
~ Jemaat Smirna dikatakan orang Kristen yg kanibal, dg dasar melakukan perjamuan kudus, shg mrk menuduh bhw anak- anak yg hilang telah dimakan oleh org Kristen.
~ Perjamuan Kasih yg dilakukan oleh jemaat Smirna di tuduh sbg pesta seks
~ Mereka difitnah sebagai penghancur keluarga-keluarga karena seringkali banyak keluarga yang bentrok sebagai akibat dari salah satu anggota keluarga mereka menjadi Kristen.
~ Karena orang Kristen menolak semua patung yang ada di Smirna sebagai Allah, maka mereka difitnah sebagai orang-orang ateis (tidak percaya adanya dewa-dewa).
~ Karena orang Kristen tidak bersedia menyebut kaisar sebagai Tuhan maka fitnah disebar tentang mereka bahwa mereka tidak setia secara politik kepada pemerintah Romawi.

Ctt : Akibat dari firnah orang-orang Yahudi tsb, maka penderitaan dan aniaya terhadap jemaat Smirna semakin bertambah.
Terhadap orang Yahudi yang memfitnah orang Kristen ini, Yesus menyebut mereka sebagai “Jemaat Iblis”.

Demikianlah, penderitaan/kesusahan yang dialami oleh jemaat Smirna berlangsung dalam waktu yg sangat panjang, tercatat pada ayat 10.

2. 👉 Wah 2:10 – “…Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari….”

📋 Pada ayat 10 ini berbicara tentang penderitaan yang masih akan mereka alami, artinya adalah bhw pada saat mereka menerima surat dari Yesus ini penderitaan/kesusahan mrk belum berakhir, dengqn kata lain masih berlanjut.

▪Kalimat “selama sepuluh hari” dalam ayat 10 ini tidak boleh diartikan secara hurufiah.
Banyak penafsir bersepakat bahwa “sepuluh hari” di sini menunjuk pada 10 masa penderitaan bagi gereja Tuhan yang akan dialami dalam masa pemerintahan 10 Kaisar Romawi yang anti Kristen yakni:
1. Kaisar Nero (64-58 M)
2. Kaisar Domitianus (90-95 M)
3. Kaisar Trajan (104-117 M)
4. Kaisar Marcus Aurelius (161-180 M)
5. Kaisar Severus (200-211 M)
6. Kaisar Maximus (235-237 M)
7. Kaisar Decius (250-253 M)
8. Kaisar Valerian (257-260 M)
9. Kaisar Aurelian (270-275 M)
10.  Kaisar Diocletian (303-312 M)

Ctt :
▪Sejarah Gereja membuktikan bhw di bawah pemerintahan 10 kaisar Romawi tsb, gereja Kristen menderita aniaya yang sangat besar dan hebat (Martir Kristus)
▪Penderitaan Kristen di bawah kaisar-kaisar Romawi baru berakhir setelah Constantine menjadi kaisar Romawi dan menjadikan kekristenan sebagai agama resmi di Roma.

3. 👉 Tuhan mengatakan bahwa mereka kaya
📋 Wah 2:9 Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu - namun engkau kaya

▪Tuhan tidak hanya mengatakan bahwa Ia tahu kemiskinan jemaat Smirna,  Ia bahkan memberikan pernyataan bahwa mereka kaya.
▪Sudah jelas bahwa kaya yang dimaksudkan di sini bukanlah kekayaan secara materi.
▪Alkitab berulang kali berbicara tentang kekayaan tetapi tidak mengacu kepada hal-hal materi melainkan kekayaan secara rohani.
Ref :
~ Yak 2:5 “… yang dianggap miskin oleh dunia ini untuk menjadi kaya dalam iman …”
~ 1 Tim 6:18 .... menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi
~ 1 Kor 1:5 ...kaya dlm segala hal: dalam sgl macam perkataan dan sgl macam pengetahuan,

📋 Jadi biarpun jemaat Smirna sangat miskin dan ditambah dengan mengalam penderitaan yg hebat, tetapi Tuhan memuji mereka karena mereka kaya secara rohani.
Mereka tdk kompromi dan tetap setia memelihara hidup dalam iman kpd Kristus.

● NASIHAT TUHAN BAGI JEMAAT SMIRNA

Tuhan bukan hanya memberikan penghiburan kepada jemaat Smirna tetapi juga memberikan nasihat kepada mereka di tengah-tengah penderitaan yg mereka alami.

1. 👉 Tuhan menasihati mereka agar "jangan takut."
📋 Wah 2:10  Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita …”

▪Artinya, sementara ditengah-tengah penderitaan yg mereka hadapi bahkan di depanpun mereka akan hadapi hal penderitaan yg lain, Tuhan menasehati agar mereka jangan takut.
▪Bandingkan :
1 Pet 3:14 – “…Tetapi sekalipun kamu harus menderita juga karena kebenaran, kamu akan berbahagia. Sebab itu janganlah kamu takuti apa yang mereka takuti dan janganlah gentar”.

📚 Makna lain kata “tidak takut” adalah "kita tidak boleh menyerah/tunduk terhadap ancaman."

2. 👉 Wah 2:10 …Hendaklah engkau setia sampai mati,…
📋 Kalimat "hendaklah engkau setia sampai mati" disini tidak sekedar berarti "setialah sampai kamu mati" tetapi "setialah sekalipun itu harus dibayar dengan nyawamu." 
▪Kesetiaan yang harus dibayar dengan nyawa bukanlah perkara yang mudah.

● JANJI TUHAN KEPADA JEMAAT SMIRNA
▪Setelah Tuhan memberikan nasehat kepada jemaat Smirna agar mereka jangan takut dan juga setia sampai mati, dan Tuhan lalu memberikan satu janji.

1. 👉 Mereka akan memperoleh atau dikaruniai mahkota kehidupan jika mereka tetap setia
📋 Wah 2:10 …. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan

📚 Kata "mahkota" digunakan pada ayat ini dlm bahasa (yun) "stephanos"
▪“Stephanos” adalah mahkota yang diberikan kepada orang biasa karena prestasi tertentu.
▪Kata “Stephanos” ini sama artinya dengan nama Stefanus atau Stefani sehingga Stefanus atau Stefani artinya adalah mahkota.

📚 Dalam bahasa Yunani ada 2 kata yang memiliki makna “mahkota” yaitu “diadema” dan “stephanos”.
▪“Diadema” menunjuk kepada mahkota kerajaan yang dipakai oleh raja-raja karena jabatan/warisan yang mereka terima.

📋 Jadi janji mahkota yg dijanjikan Tuhan bg setiap orang yg setia sampai akhir adalah mahkota yg dimiliki oleh seseorang karena suatu prestasi atau kemenangan dari sebuah perjuangan.
▪ini adalah upah bagi martir Kristus yaitu kebahagiaan yang indah dan kekal.
▪Inilah janji Tuhan bagi setiap orang yang setia kepada-Nya di dalam penderitaan sekalipun yaitu mendapat mahkota kehidupan atau mahkota kemenangan yaitu keselamatan kekal dan dimuliakan bersama dg Kristus.

2. 👉 Mereka tidak akan menderita oleh kematian kedua.
📋 Wah 2:11 ... “Barangsiapa menang, ia tidak akan menderita apa-apa oleh kematian yang kedua."

▪Istilah “kematian kedua” ini hanya ada dalam kitab Wahyu (Wah 20:6,14; 21:8).
▪Istilah ini menunjuk pada penghukuman kekal di dalam neraka.
▪Janji Tuhan kepada orang-orang yang setia sampai akhir/menang dalam penderitaan, jaminan dari Tuhan adalah mereka tidak akan mengalami kematian kedua atau binasa di neraka.

● KESIMPULAN/PENUTUP

▪Inilah 2 janji Kristus bagi gereja atau jemaat-Nya yang mau setia sampai akhir yg berada di tengah-tengah penderitaan yang hebat sekalipun.
▪Kita tidak tahu penderitaan seperti apa yang akan kita alami kedepan atau di waktu-waktu yang akan datang, tetapi kita harus tetap bertekat untuk setia sampai akhir kepada Kristus.

📋 Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami (2 Kor. 4:17)

Sumber : Dari berbagai sumber


KUALITAS WANITA YANG MENJADI PENENTU

 


KUALITAS WANITA YANG MENJADI PENENTU

📋 PENDAHULUAN
▪Setiap hari kita diperhadapkan dengan berbagai pilihan dalam kehidupan kita.
▪Kita akan belajar lewat kehidupan seorang wanita yang tertulis didalam Alkitab, seorang wanita yang bijaksana dan yang menjadi penentu bagi keluarganya, yang bernama Abigail.

Arti nama Abigail adalah Bapaku atau sumber kesukaan
Suaminya bernama Nabal dan Daud (1 Samuel 25:3, 40-42) - istri Daud ke 2

📋 Kisah Abigail, dalam 1 Samuel 25:2-44, diceritakan sebagai seorang wanita yang bijak dan memiliki paras yg cantik.q

▪Abigail adalah Istri Nabal orang Karmel, ia adl seorang wanita yang cantik dan cerdik
Ia berasal dari wilayah Karmel di Yudea Selatan.
Nabal adalah seorang pengusaha yg kaya raya dan tinggal Maon - Karmel, ia kaya tetapi buta sopan santun, kasar, dan jahat, yang sangat berbeda sekali dengan kepribadian Abigail, dan Nabal tercatat sbg org yg berhati bebal.

▪Abigail menjadi sorotan karena ia dengan cerdik memintakan pengampunan dari Raja Daud ketika Nabal tidak mengindahkan permintaan Raja Daud untuk meminta upeti karena merasa telah berjasa menjaga kambing domba Nabal di Gunung Paran dalam pelariannya dari Raja Saul (Raja Israel yang masih berkuasa dan tidak menerima Daud merebut kekuasaannya).
Daud menjadi marah karena hinaan Nabal yang menolak memberikan upah kepada utusan Daud itu.

▪Namun Abigail tahu persis bahwa jika Daud marah maka suaminya akan bernasib buruk, sehingga Abigail memohonkan ampun.
Abigail segera membawakan makanan bagi pasukan Daud, dan akhirnya Daud bersimpati pada kebijaksanaan Abigail, sehingga Daud mengabulkan permohonan Abigail untuk tidak menyerang Nabal.

▪Abigail sadar bahwa penghinaan terselubung dalam penolakan suaminya untuk memberikan hadiah imbalan kepada tentara Daud, pada waktu musim pencukuran bulu domba, akan membahayakan seluruh rumah tangganya; justru atas kebijaksanaannya sendiri ia membawa pemberian-pemberian berupa roti, anggur, domba, gandum, kismis dan kue ara.

▪Kemudian Abigail menemui Daud pada saat pasukan Daud bergerak untuk menyerang Nabal, ia memohon pengampunan kepada Daud untuk menyelamatkan nyawa suaminya (1 Samuel 25:23-31), dan Abigail dapat melunakkan Daud dengan penuh kemanisan.
Dengan demikian pertumpahan darah dapat dihindarkan.
Sikap bijak Abigail ini dapat menyelamatkan suaminya, bahkan semua orang yang bekerja kepadanya dari serangan Daud.
Kebijaksanaannya, kecantikannya dan keanggunannya sangat berkesan bagi Daud dan ia bersyukur kepada Allah.
Jadi Kisah pertemuan Abigail ini dengan Daud tersebut terdapat dalam 1 Samuel 25:23-31.

▪Sewaktu Abigail memberitahu suaminya mengenai, tindakannya itu, sang suami sadar akan kecelakaan yg nyaris menimpa mereka.
Nabal begitu terguncang oleh intervensi yang sukses itu, dan sepuluh hari kemudian ia mati.
Karena ketakutan, jantung Nabal terhenti dan ia meninggal -- oleh tangan Allah sendiri.

▪Setelah itu Daud menyuruh pasukannya untuk menjemput Abigail dan mengambilnya sebagai istri. Diceritakan bahwa memang Abigail cantik dan bijaksana, sehingga Daud mengambilnya sebagai istri.

▪Selama menjadi istri Daud, Abigail bersama istri Daud yang lain, Ahinoam, turut berpindah-pindah tempat tinggal dan pernah menetap bersama Daud di kediaman raja Filistin, Akhis, di Gat.
Kemudian ketika mereka tinggal di Ziklag, Abigail sempat ditawan oleh orang-orang Amalek yang menyerang perkemahan mereka, ketika Daud sedang berperang di tempat lain, meskipun kemudian berhasil dibebaskan oleh Daud dan orang-orangnya (1 Samuel 30:18).
Ia adalah ibu Kileab (2 Samuel 3:3), atau Daniel (1 Tawarikh 3:1), putra Daud yg kedua.
Akhirnya Abigail mengikuti Daud ke Hebron ketika Daud diurapi di sana menjadi raja Yehuda.

📚 1 Samuel 27:3
LAI TB, Daud dan semua orangnya menetap pada Akhis di Gat, masing-masing dengan rumah tangganya; Daud dengan kedua orang isterinya, yakni Ahinoam, perempuan Yizreel, dan Abigail, bekas isteri Nabal, perempuan Karmel.

📋 CATATAN :
▪Ada 3 hal mengapa Abigail disebut wanita bijaksana :
👉 1) Abigail adalah wanita yang peduli atas persoalan yang terjadi dan merespon dengan cepat untuk mencari jalan keluar dari seiap persoalan (ayat14-18).
Abigail peduli akan apa yang sedang terjadi dan yang akan menimpa suami dan keluarganya.
Dia tidak mau menunda waktu, sehingga persoalan dapat segera teratasi.
Karena jika menunda waktu, maka masalah akan semakin besar dan susah untuk diatasi.

👉 2) Abigail adalah seorang yang mau merendahkan diri untuk mengatasi persoalan (ayat 24). Abigail sujud di kaki Daud dan memohon belas kasihan dan pengampunan untuk suaminya. Dengan rendah hati menyelesaikan masalahnya dan mau minta maaf atas apa yang terjadi.

👉 3) perkataan bijaksana dari Abigail kepada Daud membuat Daud mengurungkan niatnya untuk menyerang Nabal (ayat 33).
perkataan itu bagaikan kemudi kapal yang dapat membelokkan arah kemana kapal akan berlayar.

▪Demikianlah halnya seorang yang bijaksana akan mendatangkan berkat bagi orang yang ada disekitarnya bahkan seisi rumahnya.
▪Oleh sebab itu, belajarlah menjadi bijak dalam setiap tingkah laku, tindakan, dan perkataan. ▪Pikirkanlah dahulu apa yang akan kita lakukan dan katakan, karena apa yang kita lakukan dan katakan selalu berhubungan dengan orang lain, oleh sebab itu mari kita belajar menjadi bijak dalam hal yang kita lakukan dan katakan agar menjadi berkat bagi orang lain dan diri kita sendiri.

Pdt. Erwan - Mataram, Lombok

ETIMOLOGI beberapa kata pada Surat 1 Korintus 15:58

 ETIMOLOGI beberapa kata pada Surat 1 Korintus 15:58


📋 TB,LAI
Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

📋 KJV
Therefore, my beloved brethren, be ye stedfast, unmoveable, always abounding in the work of the Lord, forasmuch as ye know that your labour is not in vain in the Lord.

📋 Translit interlinear
hôste {karena itu} adelphoi {hai saudara2} mou {-ku} agapêtoi {yang dikasihi} edraioi {teguh} ginesthe {jadilah} ametakinêtoi {yang tidak goyah} perisseuontes {majulah} en {dalam} tô ergô {pekerjaan} tou kuriou {Tuhan} pantote {selalu} eidotes {ketahuilah} hoti {bahwa} ho kopos {jerih-payah} humôn {-mu} ouk estin {tidaklah} kenos {sia-sia} en {di dalam} kuriô {Tuhan}

📚 (1) " ... berdirilah TEGUH ..."
Kata asli bahasa Yunani yang digunakan pada kata "teguh" adalah ἑδραῖοι (hedraios, hed-rah'-yos).
Arti harafiah dari kata hedraios adalah,
- tetap berada dalam satu posisi terus menerus
- tetap berada dalam satu posisi yang tenang
- tetap berada dalam satu posisi yang setia
- tetap berada dalam satu posisi yang tabah

📚 (2) " ... JANGAN GOYAH ... "
Kata asli bahasa Yunani yang digunakan pada kata "jangan goyah" adalah ἀμετακίνητοι (ametakinetos, am-et-ak-in'-ay-tos).
Arti harafiah dari kata ametakinetos adalah,
- tidak dapat digerakkan
- teguh
- tidak bergeser

📚 (3) " ... GIATLAH selalu ..."
Kata asli bahasa Yunani yang digunakan pada kata "giatlah" adalah περισσεύοντες (perisseuo, per-is-syoo'-o).
Arti harafiah dari kata perisseuo adalah,
- sangat berlimpah dalam kualitas dan kuantitas (mungkin artinya mengarah pada ajakan untuk tetap bersemangat)

📚 (4) " .... JERIH PAYAH ..."
Kata asli bahasa Yunani yang digunakan pada kata "jerih payah" adalah κόπος ( kopos, kop'-os). Arti harafiah dari kata kopos adalah,
- bekerja keras membanting tulang
- bekerja sampai kelelahan dan keletihan
- bekerja sampai susah payah

📚 (5) " ... tidak SIA-SIA ... "
Kata asli bahasa Yunani yang digunakan pada kata "sia-sia" adalah κενὸς (kenos, ken-os').
Arti harafiah dari kata kenos adalah,
- hampa
- sia-sia

ALLAH TURUT BEKERJA DALAM SEGALA HAL HINGGA KITA MENCAPAI KESERUPAAN KRISTUS (eksposisi) - ROMA 8:28-29

 



ALLAH TURUT BEKERJA DALAM SEGALA HAL HINGGA KITA MENCAPAI KESERUPAAN KRISTUS (eksposisi) - ROMA 8:28-29

Oleh : Pdt. Erwan Musa


8:28 : Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
8:29 : Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.

▪ Dalam surat Roma 8:28-29 terdapat penjelasan penting untuk membuktikan dan menunjukkan, bahwa Allah tidak secara sepihak memilih dan menentukan orang-orang tertentu masuk Surga dan yang lain masuk Neraka.
▪ Kesalahan memahami ayat ini bisa membangun teologi yang menyimpang dari kebenaran.


■ Mari dengan teliti kita memperhatikan Roma 8:28 :
“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."

▪ Ayat ini memberi makna bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita, peristiwa yang besar atau yang kecil, yang menyenangkan atau yang menyusahkan, pengalaman yang pahit atau manis, yang mematikan atau menghidupkan, yang menguntungkan atau merugikan, menegaskan bahwa Allah turut bekerja di dalam semuanya itu, atau Allah bekerja di dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihiNya.

● Ayat ini dimulai dengan kalimat : kita tahu sekarang.
▪ Kalimat ini penyambung kalimat atau ayat-ayat sebelumnya.
▪ Kalimat sebelumnya berbicara mengenai Roh yang memimpin nurani atau cara berpikir kita agar sesuai dengan kehendak Allah (ayat 26-27) => perikop mulai ayat 1 : Hidup oleh Roh
▪ Pada saat Paulus mengatakan kalimat "kita tahu sekarang," sesungguhnya ia sedang menunjukan sebuah perbedaan pemahaman oleh karena pengalaman perjalanan rohani antara orang Kristen dan orang yang bukan Kristen.
(Kristen = Pengikut Kristus Sejati)

● Kalimat “Allah turut bekerja” dalam teks aslinya adalah sunergei (συνεργεῖ), dari akar kata sunergeo (συνεργέω).
▪ Kata sunergeo merupakan gabungan dari dua kata, yaitu : sun dan ergon.
▪ Sun artinya bersama-sama, sedangkan ergon artinya bekerja atau melakukan sesuatu berkesinambungan atau terus menerus
▪ Jadi kata sunergei  berarti  'he works together'  (= ia bekerja bersama-sama).
~ bisa juga berarti : menolong
▪ Dan kata sunergei menunjuk kepada kegiatan yang berlangsung terus menerus.

▪ Selain dalam Roma 8:28, kata menolong ini juga dipakai sebanyak 4 kali di dalam Perjanjian Baru, yaitu : Markus 16:20 ; 1 Korintus 16:16 ; 2 Korintus 6:1 ; Yakobus 2:22

▪ Dari tulisan Paulus ini kita dapat peroleh pelajaran rohani bahwa melalui setiap peristiwa atau segala kejadian, Allah bekerja menggunakan semua hal untuk mendatangkan kebaikan bagi orang-orang yang mengasihi Dia.
▪ Dalam hal ini, tidak dapat dibantah bahwa Allah membutuhkan sarana untuk mendewasakan orang percaya atau untuk mencapai keserupaan dengan Kristus.
▪ Hal ini secara tidak langsung mengisyaratkan bahwa perubahan hidup orang percaya menuju kedewasaan tidak dapat berlangsung dengan mudah atau secara otomatis (harus melalui proses hidup)
▪ Jadi ada perjuangan, baik dari pihak Allah melalui Roh Kudus dan orang percaya yang menerima penggarapan untuk mencapai keserupaan dengan Kristus tersebut.

● *Kemudian kalimat : Dalam segala sesuatu :*
▪ Makna kalimat ini adalah bahwa Allah akan mendatangkan kebaikan dari semua kesesakan, pencobaan, penganiayaan, masalah dan penderitaan yang dialami oleh semua orang percaya, yang mengasihi Dia
▪ Jadi Allah tutut bekerja mendatangkan kebaikan melalui keterlibatanNya dengan cara menggunakan sarana segala hal, sehingga menghasilkan yang baik untuk orang-orang yang mengasihi Dia

▪ Jadi melalui segala hal yang kita alami, Tuhan akan turut bekerja di dalamnya untuk menghasilkan kebaikan bagi kita yang mengasihi Allah.

▪ Dalam kata: “segala sesuatu", itu bukan termasuk dosa atau kelalaian kita yang dengan sadar karena disengaja (ayat Rom 8:6,8; 6:23; Gal 6:8); karena tidak seorang pun yang dapat membenarkan dosa dengan mengatakan bahwa Allah akan mendatangkan kebaikan melalui dosa tersebut.

● Konteks sebenarnya dari surat Roma 8:28-29 adalah usaha atau sebuah proses dimana Allah memberi “kebaikan” kepada orang-orang percaya yang menjadi umat pilihan yang ada di dalam rencanaNya.
▪ Kata “kebaikan” dalam teks aslinya adalah agathos (ἀγαθός), yang dapat berarti of good constitution or nature (baik dalam arti secara natur atau konstitusi atau secara unsur).
▪ Jadi kata “kebaikan” yang dimaksud dalam ayat ini adalah “menjadi serupa dengan Yesus.”
▪ Inilah sesungguhnya inti keselamatan, dimana manusia mengalami pembaharuan hidup sampai pada tingkat mengalami perubahan kodrat, dari kodrat dosa beralih kepada Kodrat Ilahi
▪ Hal ini lebih dari sekadar perubahan secara moral umum.
▪ Tentu saja perubahan ini merupakan sebuah proses perjalanan hidup
▪ Setelah kita memahami maksud Allah tersebut, maka seharusnya segenap potensi dan waktu yang dimiliki oleh setiap orang percaya selama hidup dimuka bumi ini, seharusnya hanya diarahkan untuk mencapai hal tersebut sepenuhnya.

● Selanjutnya kalimat "Bagi Mereka yang Mengasihi Allah" :
▪ Suatu kenyataan yg jarang bahkan tdk pernah di sampaikkan dan di tekankan bahwa janji Allah yang luar biasa ini hanya dikhususkan bagi orang-orang yang mengasihi Allah saja.
▪ Karena ini bukan sebuah janji yang bersifat umum, yang berlaku untuk semua orang kristen pada umumnya.
▪ Janji ini berlaku hanya untuk orang percaya yang mengasihi Allah.
▪ Hal ini di dukung dg surat Paulus di ayat (17) Paulus menguraikan keadaan rohani orang percaya yang benar-benar sebagai anak" Allah dan yang mau "menderita dengan Kristus".

▪ Dalam konteks pada ayat ini, janji ini terbatas bagi mereka yang mengasihi Allah saja dan yang telah menyerahkan diri kepada Allah melalui iman kepada Tuhan Yesus (bd. Kel 20:6; 1Kor 2:9).
▪ Jadi iman kepercayaan orang Kristen tidak boleh hanya dibangun diatas kebahagiaan dan keuntungan dan kesenangan semata mata yang Tuhan berikan, tetapi juga penderitaan bersama Kristus.

=> Supaya segala hal dan segala peristiwa yang terjadi yang kita alami dapat memberi manfaat untuk mendatangkan kebaikan bagi kita,
▪ Apa yang harus kita lakukan menurut kebenaran diatas ..... ?
~ Kita harus mengasihi Allah.

▪ Bagaimana cara sederhana untuk kita mengasihi Allah....?
~ Taat secara terus menerus melakukan perintah-perintahNya (Yoh. 14:15)
" Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku."
▪ Kata "mengasihi" (yun) agapao : mengasihi/mencintai, menyukai, merindukan
▪ Kata "menuruti" (yun) tereo : menuruti, menjaga, memelihara, menaati, melakukan,
menyimpan
~ Yoh.14:21 :
Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku.
Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi
dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.

● Pada kalimat “yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah” bukan berarti mereka ditentukan untuk pasti selamat masuk surga, tetapi menunjuk kepada sekelompok manusia yang diberi kesempatan memahami dan mengikuti rencana Allah
▪ Adapun apakah seseorang digarap oleh Allah untuk mengalami perubahan kodrat atau dikembalikan ke rancangan Allah semula tergantung bagaimana respon masing-masing individu.
▪ Respon tersebut ditunjukkan dengan “mengasihi Allah.”, berbicara mengenai “mengasihi” menunjuk pada sikap hati seseorang.
▪ Dan sikap hati merupakan bagian terdalam dalam diri manusia yang ada di wilayah kedaulatan manusia itu sendiri.
▪ Orang yang tidak mengasihi Allah tidak akan mungkin digarap oleh Allah untuk menerima kebaikan, yaitu untuk menjadi serupa dengan Yesus.

▪ Jadi hal “mengasihi Allah” merupakan suatu hal yang bersifat pribadi.
▪ Tuhan tidak akan berintervensi di dalam hati manusia sampai manusia kehilangan kebebasannya.
▪ Berbicara mengenai hati yang mengasihi, hal ini menunjuk kepada kebebasan setiap individu di dalam menentukan nasib dan keadaannya.
▪ Dengan demikian sangatlah jelas bahwa keselamatan masing-masing individu juga diperankan oleh kehendak bebas masing-masing individu tersebut dalam meresponi anugerahNya.
▪ Karena jika setiap hati manusia menjadi wilayah yang diintervensi oleh Allah, maka manusia menjadi boneka semata-mata, sehingga manusia tidak perlu bertanggungjawab kepada siapapun.
▪ Jadi tidak mungkin Allah menggerakkan hati manusia mengasihi Dia, sebab jika demikian maka kasihnya dipaksakan, tidak natural dan tidak murni.
▪ Penjelasan ini menegaskan bahwa Allah tidak memilih dan menentukan secara sepihak orang-orang yang pasti selamat masuk surga.


■ Roma 8:29 menuliskan :
“Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.

● *”Kalimat “orang yang dipilih-Nya dari semula”* => untuk serupa dengan gambaran anakNya
▪ menunjuk kepada orang yang hidup di zaman Perjanjian Baru, yang mendengar Injil dengan benar, dan memiliki potensi jasmani dan rohani untuk bisa meresponi Injil dengan benar.
▪ Orang-orang yang memiliki kesempatan untuk mendengar Injil yang benar, diharapkan merespon dengan benar sehingga benar-benar terpilih atau mengalami dan memiliki keselamatan, atau dikembalikan ke rancangan Allah semula yang berkeadaan sebagai anak-anak Allah, seperti Tuhan Yesus.

● *Kata “dipilih” dalam teks aslinya dipakai kata (yun) proegnon (προέγνω) dari akar kata proginosko (προγινώσκω).*
▪ Kata proegnon menunjuk suatu tindakan, kejadian atau peristiwa yang sudah terjadi atau sudah berlangsung.
▪ Kata ini berarti know something beforehand orin advance, know someone previously (diketahui sebelumnya, mengenal seseorang sebelumnya atau pada waktu sebelumnya).
▪ Ini berarti kalimat “orang yang dipilih-Nya” sebenarnya menunjuk kepada orang-orang yang sudah dikenali sebelumnya oleh Tuhan untuk mendapat kesempatan mendengar Injil.
▪ Tidaklah salah kalau diterjemahkan “dipilih.”

● Selanjutnya kalimat “ditentukan-Nya dari semula” dalam teks aslinya di pakai kata proorisen (προώρισεν) dari akar kata proorizo (προορίζω).
▪ Kata proorizen menunjuk kepada suatu tindakan, kejadian atau peristiwa yang sudah terjadi atau sudah berlangsung.
▪ Adapun kata “proorizo” dalam teks aslinya adalah decide on beforehand, determine in advance (ditentukan sebelumnya, mengenal seseorang sebelumnya atau pada waktu sebelumnya).
▪ Kata proorizo atau “ditentukan” menunjuk kepada standar yang harus dicapai oleh orang-orang yang dipilih untuk menerima keselamatan yaitu “serupa dengan gambaran AnakNya".

● Kalimat “serupa dengan gambaran Anak-Nya” dalam teks aslinya di pakai kata summorphous tes eikonos tou huiou autou (συμμόρφους τῆς εἰκόνος τοῦ υἱοῦ αὐτοῦ).
▪ Kata “serupa” dalam teks aslinya adalah summorphous (συμμόρφους) berarti similarity of form or nature having the same form as, conformed to, similar in form or nature (memiliki kesamaan dalam natur atau kodrat, bukan sekadar mirip).

■ KESIMPULAN :
Kehendak Tuhan dalam kehidupan semua orang percaya adalah mencapai keserupaan dengan gambaran AnakNya atau serupa seperti Kristus, oleh karena itu dalam segala keadaan yang kita hadapi atau alami, kita harus tetap memfokuskan orientasi hidup kita dan bertindak sesuai kebenaranNya agar kita mencapai keserupaan dengan Kristus.

KENAIKAN TUHAN YESUS KESORGA MENINGGALKAN AMANAT HIDUP DLM KEMURIDAN DAN MENGERJAKAN MISI AGUNG

 


KENAIKAN TUHAN YESUS KESORGA MENINGGALKAN AMANAT HIDUP DLM KEMURIDAN DAN MENGERJAKAN MISI AGUNG

Kisah 1:6-11; Mrkus16:15-20



● PENDAHULUAN
▪ Kenaikan Tuhan Yesus adalah penggenapan dari semua yang ada tertulis tentang Tuhan Yesus dalam kitab Taurat, kitab para nabi dan kitab Mazmur.
▪ Tidak semua orang dapat mengerti tentang semua hal tsb, hanya mereka yang dibukakan oleh Tuhan saja yang dapat mengerti berita PL, yang ternyata memberitakan Tuhan Yesus Kristus dan menggenapkan semua berita itu di dalam perjalanan pelayanan dan hidup-Nya. Luk 24:45; Maz 119:130.
▪ Oleh karena itu kita harus sungguh-sungguh meminta dan mempersilahkan Tuhan membuka pikiran dan mengajar kita tentang arti kenaikan-Nya (Mat 18:20; Kol1:27; 2:9-10), sehingga kita dapat memahami maksud dan kehendak-Nya dengan benar.

● TUHAN MENGUTUS DAN MEMBERKATI
▪ Setelah Tuhan Yesus membuka pikiran mereka sehingga mereka mengerti rahasia injil Allah, selanjutnya Tuhan Yesus menyatakan misi Bapa-Nya di dalam diri-Nya. 
▪ Bapa yang tertanam di dalam diri Tuhan Yesus
▪ Berita mengenai pertobatan dan pengampunan dosa kepada segala bangsa, Luk 24:47; Yes 61.
▪ Pengutusan itu telah digenapkan di dalam diri Tuhan Yesus dan para murid-Nya pada waktu itu, yang oleh Tuhan sudah dibuka pikiran mereka sehingga mereka mengerti dan menyadari mandat pengutusan yang disabdakan Tuhan kepada mereka. 
▪ Demikian pula dengan kita saat ini, jika pikiran kita sudah dibuka oleh Tuhan maka kita akan menyadari bahwa pengutusan itu juga akan digenapkan kepada kita, dan jika kita sungguh-sungguh hidup di dalam Kristus (Yoh 17:18). 
▪ Lalu kepada para murid yang MENGALAMI keilahian Yesus dan disingkapkan rahasia injil-Nya, kepada mereka yang mau MENERIMA mandat ilahi itulah Tuhan Yesus Kristus kemudian MENGANGKAT TANGAN-NYA dan memberkati mereka, sementara Ia naik ketempat yang maha tinggi, duduk disinggasana raja, di sebelahkanan tahta Allah Bapa disurga.

📖 Itulah sesungguhnya makna yang terkandung dalam kenaikan Tuhan Yesus Kristus, bahwa segala sesuatu peristiwa yang terjadi di dalam diri-Nya adalah misi Bapa-Nya atas dunia yang dikasihi-Nya.

● AMANAT HIDUP KEMURIDAN
▪ Kemuridan adalah kata sifat, yang turun dari kata benda murid. 
▪ Jadi jika kita membahas mengenai kata kemuridan berarti kita membahas segala sesuatu yang berkaitan dengan sifat seorang murid. 
▪ Dalam konteks penghayatan kita dengan peristiwa kenaikan Tuhan Yesus, kita dapat menarik beberapa aspek yang berkaitan dengan hidup kemuridan para murid pada saat itu.

▪Aspek kemuridan yang pertama adalah percaya dan sabar dalam penantian.
▪ Seorang murid dituntut untuk percaya dan bersabar menantikan penggenpan janji gurunya. 
▪ Kepercayaan dan kesabaran para murid diuji bukan dalam kondisi yang netral, aman dan sentosa. 
▪ Kepercayaan dan kesabaran mereka diuji dalam situasi yang menekan dan mengancam hidup mereka, karena usai Tuhan Yesus disalibkan dan bangkit, penguasa bait Allah dan penguasa teritorial Yerusalem mengadakan penyisiran, menangkap dan menganiaya para pengikut Tuhan Yesus, sehingga menjadikan para murid sangat ketakutan, Yoh 20:19.
▪ Percaya dan bersabar dalam menantikan penggenapan firman Tuhan bukanlah perkara yang mudah, sering kali dalam penantian kita diperhadapkan dengan cobaan-cobaan yang menggoda, yang memunculkan banyak pertanyaan keraguan di dalam benak kita. 
▪ Demikianpun yang dialami dengan para murid Tuhan saat itu, mereka diminta untuk menunggu kegerakan Roh Kudus di Yerusalem, seandainya mereka diminta menunggu di Galilea pasti mereka lebih senang, karena di sana mereka tidak diperhadapkan dengan tekanan dan ancaman. Ibr 6:11-12.
▪ Yang jelas pada saat Tuhan Yesus hendak diangkat naik ke surga, Ia menyediakan dan mempersiapkan pribadi guru agung yang oleh-Nya semua murid Tuhan akan diajar,dibimbing dan disertai menggenapkan semua rencana Bapa atas dunia ini yaitu Roh Kudus

▪Jadi pesan hidup kemuridan yang kedua dalam peristiwa kenaikan Tuhan adalah ketergantungan murid dengan guru-nya
▪ Inilah indahnya keagunganTuhan dalam misi yang ditanamkan di dalam kehidupan kita sebagai murid. 
▪ Tuhan tidak meninggalkan kita sebagai yatim piatu, Ia memberikan kepada kita para murid-Nya PARAKLETOS, sang guru agung, sang penghibur dan penolong, sosokpribadi yang menjadi tempat kita untuk bergantung sepenuhnya. Yoh 14:18; 26.
▪ Kita sudah diajar dan mendengar tentang Roh Kudus yang dicurahkan, oleh krn itu kita harus sungguh-sungguh menerima dan berjalan dalam pimpinanNya, krn mengetahui tidaklah sama dengan mengalami. 
▪ Kita tentu sudah mengetahui banyak tentang Roh Kudus, tetapi apakah kita hidup oleh-Nya ?

📖 Kita tidak bisa menjadi murid yang efektif jika kita tidak menerima Roh Kudus, jika bisa siapa yang menjadi guru, pembimbing, penolong kita.
Kemuridan yang Tuhan rancang adalah kemuridan yang hidup dan bergantung sepenuhnya kepada Roh Kudus (1 Kor 2:3-5; 2 Kor 3:5-6).

▪Pesan hidup kemuridan yang ke tiga dalam peristiwa kenaikan Tuhan Yesus Kristus adalah beyond the limits, unlimited, and high value
▪ Roh Kudus adalah pribadi Allah yang tidak terbatas, yang memancarkan cahaya kemanusiaan Kristus yang terbatas. 
▪ Demikianlah ketika Tuhan Yesus yang memang dalam kondisi tertentu itu membatasi diri-Nya dari sifat kelilahian-Nya naik kesurga, kedudukan-Nya digantikan oleh Allah Roh Kudus yang tidak terbatas itu. 
▪ Dan jika Allah RohKudus yang tidak terbatas itu tinggal di dalam diri kita, maka diri kitapun akan dibawa kepada manifestasi-manifestasi ilahi yang tidak terbatas artinya yang bersifat supranatural (1 Kor 2:7; 12-13).

📚 Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus,
carilah perkara yang diatas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.
Pikirkanlah perkara yang diatas, bukan yang di bumi. Kol 3:1-2

BUAH PEMBENARAN KARENA KASIH ALLAH

 ■ BUAH PEMBENARAN KARENA KASIH ALLAH

Bacaan Roma 5:1-11

● PENDAHULUAN
Pada perikop ini Paulus sangat menekankan kasih Allah yang menyelamatkan melalui Yesus Kristus.
Dengan demikian manusia hanya diperdamaikan dengan Allah oleh karena iman mereka, dengan kata lain manusia dibenarkan karena imannya.
Dan hasil dari pembenaran tsb adalah cinta kasih Allah yang merupakan jaminan keselamatan yang definitif atau sudah pasti (bukan untuk sementara)
Jadi hidup abadi atau kekal akan dianugerahkan kepada mereka yang telah dibenarkan karena dan di dalam kasih Allah.

Kasih Allah diberikan kepada kita bukan karena kita layak untuk menerima kasih tersebut.
Kita dikasihi bukan karena kita telah berbuat baik, hidup saleh dan karena mengasihi Allah.
Tidak ada sesuatu dalam diri kita yang dapat menggerakkan hati Allah untuk mengasihi kita.
Allah mengasihi kita hanya karena inisiatif, kemauan, dan kehendak-Nya sendiri.
Oleh karena itu, kasih Allah merupakan anugerah atau kasih karunia.

👉 Ajaran tentang kasih karunia di atas didasari oleh tiga perkataan dalam Surat Roma pasal 5, yaitu :
# "ketika kita masih lemah" (5:6),
# "ketika kita masih berdosa" (5:8)
# dan "ketika kita masih seteru" (5:10).

Tiga ayat tersebut menunjukkan bahwa kasih Allah diberikan kepada kita bukan karena kita layak untuk dikasihi.

👉 Tindakan kasih Allah yang terbesar ditunjukkan melalui beberapa bukti :
▪1) Kasih Allah membuat Allah memberi segala-galanya bagi kita.
Kasih Allah diwujudkan melalui kematian Kristus.
Kematian Kristus menunjukkan bahwa kasih Allah adalah kasih yang memberi tanpa menyisakan apa pun bagi diri-Nya sendiri.
▪2) Kasih Allah melepaskan kita dari murka Allah.
Kematian Kristus merupakan keharusan untuk bisa mendatangkan pembenaran, keselamatan, dan pendamaian antara manusia dengan Allah (5:9,10).
Dosa manusia membangkitkan murka Allah sehingga kita seharusnya dihukum mati, akan tetapi pengorbanan Kristus membalikkan keadaan.
Ketika kita beriman kepada Allah, murka Allah yang menyala-nyala ditimpakan kepada Kristus. Kematian Kristus meredakan murka Allah.
Kristus menjadi korban pengganti yang membuat kita bisa berdamai dengan Allah.
▪3) Kasih Allah membuat kita menjadi milik Allah dan Allah menjadi milik kita.
Hubungan antara kita dengan Allah bukan lagi hubungan antara orang berdosa dengan Allah yang murka, tetapi hubungan antara anak-anak Allah dengan Bapa Sorgawi.

Jadi kasih Allah lebih besar dari ketidaksetiaan dan keberdosaan kita.
Kasih Allah di dalam Kristus telah memperhatikan kita waktu kita masih lemah (6), masih berdosa (8), masih seteru (10), sehingga Kasih itulah yang menjadi sumber kasih karunia-Nya.

👉 Roma 5:6-8 merupakan Perbuatan Kasih
5:6 Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah. 
5:7 Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar--tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati.
5:8 Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

Ayat-ayat diatas menggambarkan sifat kasih Ilahi.
▪Kasih itu telah menyatakan diri waktu kita masih lemah (ayat 6).
Kelemahan itu ditandai dengan kungkungan perbudakan dosa.
Kristus telah mati demi orang berdosa, dan Ia mati bagi mereka sebelum dari pihak orang berdosa itu bisa ada, sesuatu apa pun yang menjadikan mereka layak untuk menerima anugerah yang begitu besar.
Kata kelemahan berarti mereka berada di bawah kekuasaan dosa.

▪Pada ayat 7, Paulus hendak menggambarkan kasih Allah yang telah menyatakan diri dalam kematian Kristus untuk orang berdosa yang tidak layak menerima anugerah besar tsb, ttp oleh karena perbuatan Kristus yg tidak ada taranya.
Perbuatan Kristus jauh melebihi perbuatan manusia yang paling agung sekalipun.

▪Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa (ayat 8).
Kematian Kristus merupakan perwujudan dan pernyataan kasih Allah.
Pemberian diri Kristus dalam kasih adalah penyataan historikal dari kasih kekal Allah.
Kasih Allah tsb diarahkan kepada orang berdosa yang tidak layak menerimanya, dan Kematian Kristus terjadi satu kali di masa lampau, tetapi salib-Nya tetap berdiri di tengah umat manusia sebagai penyataan akan kasih Allah kepada setiap orang berdosa.

👉 Roma 5:9-10 merupakan Dampak atau Hasil Perbuatan Kasih
5:9 Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah. 
5:10 Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya

Ayat 9, Kematian Kristus menunjukkan jalan keselamatan, sebab Ia mati bagi kita waktu kita masih berdosa. Lebih-lebih kasih Allah yang telah menyatakan diri dalam kematian itu akan menyelamatkan kita setelah kita dibenarkan, yaitu setelah dosa kita ditebus oleh darah-Nya.
Kita yang dulu pendosa, dan sekarang melalui darah Kristus, kita dibenarkan, diterima dan dideklrasikan dalam hubungan yang benar dengan Tuhan.

Ayat 10 mengulangi penalaran yang terdapat dalam ayat 9, dengan menambahkan unsur baru. Ketika kita masih seteru, kita diperdamaikan dengan Allah.
Keadaan yang berlaku yang ditandai dengan permusuhan ditiadakan.

Ayat 10a sejajar dengan ayat 9a:
Dibenarkan oleh darah-Nya, diperdamaikan oleh kematian-Nya. Yang mendamaikan kita adalah Allah sendiri. Kasih Allah sama sekali mendahului kita, seperti yang terdapat pada ayat 8.
Kasih tsb mengerjakan pendamaian melalui kematian Anak-Nya.  
Disitulah nampak kesatuan antara Allah dengan Kristus.

👉 Roma 5:11 adalah penutup dari perikop ini.
Dalam ayat penutup ini, Paulus menegaskan hal “bermegah” karena pendamaian yg Yesus telah kerjakan.
Bermegah merupakan inti pokok dari perubahan yang nyata yang berlangsung dalam kehidupan orang yang telah menjadi percaya.

● PENUTUP
Surat Roma 5:1-11 berbicara tentang pembenaran Allah. 
Akibat atau dampak dari pembenaran akan menghasilkan damai dengan Allah, dan membuat orang beriman menjadi merdeka.
Pembenaran bukanlah semata-mata krn usaha manusia sendiri, tetapi sebuah inisiatif dari Kasih Allah yang menyelamatkan dan membenarkan.
Allah selalu menganugerahkan kasih karunia-Nya kepada manusia, dan puncak dari kasih karunia ada di dalam Yesus Kristus.
Seseorang yang telah menerima dan mengalami kasih Allah tidak akan bisa menemukan kepuasan dalam diri siapa pun dan dalam hal apa pun selain di dalam Kristus.
Kasih Kristus yang sangat luar biasa membuat kita tidak akan berhenti melangkah maju, sampai kita bersama-sama dengan Kristus di sorga kelak.
Untuk itu kita harus menjaga relasi dengan Allah melalui disiplin rohani berupa hubungan secara pribadi, doa, membaca, merenungkan dan melakukan firman Tuhan, melayani, mengabdikan diri sungguh-sungguh dan disiplin rohani lainnya.

Kamis, 09 Juni 2022

PENDERITAAN RINGAN UNTUK MEMPEROLEH KEMULIAAN KEKAL (eksposisi)

 


■ PENDERITAAN RINGAN UNTUK MEMPEROLEH KEMULIAAN KEKAL (eksposisi)

Disusun oleh : Pdt. Erwan

2 Korintus 4:16-18
4:16 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. 
4:17 Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami. 
4:18 Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.

Ayat-ayat ini merupakan penjelasan Paulus tentang penderitaan yang telah dialaminya dalam memberitakan injil sebagai bagian dari apologianya/pembelaan imannya.
Paulus menjelaskan bahwa semua penderitaan yang dialaminya tidak membuatnya tawar hati, sekalipun manusia lahiriahnya semakin merosot karena penderitaan, namun penderitaan itu jugalah yang membuat manusia batiniahnya dibaharui sehari kesehari. 
Menurut ukuran manusia penderitaan Paulus sangatlah berat, namun Paulus menganggapnya ringan ketika dia membandingkan dengan kemuliaan kekal yang akan diterimanya kelak.
Baginya penderitaan yang telihat tsb, semua hanyalah sementara, sedangkan kemuliaan yang tidak kelihatan bersifat kekal.

●》 2 Kor. 4:16

LAI : Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
AYT : Itulah sebabnya, kami tidak pernah berkecil hati. Walaupun tubuh lahiriah kami makin merosot keadaannya, tetapi manusia batiniah kami selalu diperbarui hari demi hari.
TL : Sebab itu tiada kami tawar hati, karena meskipun keadaan kami yang lahir ini dibinasakan, tetapi keadaan yang batin kami itu dibaharui sehari-hari.
BIS : Itulah sebabnya kami tidak putus asa. Sekalipun kami secara lahir semakin bertambah rusak, namun secara batin kami dijadikan baru setiap hari.
TSI : Karena itu kami tidak putus asa! Biarpun secara badani kami semakin lemah, tetapi secara rohani kami terus diperbarui setiap hari!

Pada surat 2 Korintus 4, terdapat 2 ayat yang diterjemahkan dg kata "tawar hati" di dalam Alkitab Perjanjian Baru terj. bahasa Indonesia LAI TB.

2 Korintus 4:1, 16
4:1 LAI TB, Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati.
4:16 LAI TB, Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.

📚 Kata "Tawar Hati" (yun) ἐκκακέω - ekkakeô, artinya: kehilangan semangat, merasa lelah (secara kejiwaan).

📚 Kata "Merosot" (yun) διαφθείρω - dee-af-thi'-ro, artinya : busuk, rusak secara keseluruhan, binasa => (penderitaan Paulus membawa dirinya kpd kematian/kehancuran.

📚 Kata "Manusia Batiniah" (yun) ἔσω - es'-ō, artinya inner.
▪ Paulus menggunakan kata ini hendak menekankan bahwa yg di perbarui ialah pikiran dan jiwa/roh manusia oleh karya Roh Kudus.
▪ Maksud Paulus ialah manusia batiniah di perbaharui ketika manusia lahiriah mengalami penderitaan

📚 Kata "di baharui" (yun) anakainoo - an-ak-ahee-no'-o, artinya : oleh krn suatu sebab, sesuatu menjadi baru dan diperbaharui menjadi lebih baik, restore (diperbaiki, dipulihkan)
▪Artinya diperbaharui secara lengkap oleh Allah (pembaharuan secara pasif => hanya bisa di lakujan oleh Allah)

📚 Diakhir ayat ini Paulus menjelaskan bhw proses bhw proses pembaruan ini berlangsung hari demi hari, artinya proses ini berlangsung terus menerus (ημερα και ημερα - hemera kai hemera ; hay-mer'-ah kahee hay-mer'-ah)
▪ Paulus hendak menjelaskan bhw proses ini terjadi selama manusia masih hidup di bumi atau dlm konteks kehidupan Paulus proses ini berlangsung selama ia mengabarkan injil Yesus Kristus.
▪ Hal inilah yg membuat Paulus dan teman-teman sepelayanannya tdk tawar hati.

●》 2 Kor.4:17-18

▪ Diayat 17 dan 18 ini, Paulus lebih menjelaskan alasan memilih ia tdk tawar hati menjalani penderitaannya dlm pelayanan penginjilannya.

📚 Kata "penderitaan" dipakai Paulus dlm bhs (yun) θλίβω - thlibó, artinya : tribulation, kesengsaraan, penderitaan.

📚 Kata "ringan" (yun) ελαφρον  adjective - elaphros (nominative singular neuter), artinya : insignificance, triviality (sepele, remeh temeh) => Paulus tipe org yg tdk cengeng sekalipun menderita dg taruhan nyawa

📚 Kata "sekarang" (yun) παραυτικα - parautika, artinya : kata yg digunakan Paulus hendak menunjukkan penderitaan tdk kekal, sementara, singkat bukan selamanya.

📚 Utk menggambarkan besarnya "Kemuliaan Kekal", Paulus menggunakan kata (yun) υπερβολην - huperbole (noun - accusative singular feminine), artinya : melampaui semua ukuran, melebihi yg lain
▪ Paulus melukiskan betapa kemuliaan/ kehidupan kekal yg kelak ia terima memang sangat jauh dari segalanya.


👉 Ayat 18 adalah penegasan Paulus bhw ia senantiasa memperhatikan yg tdk kelihatan yg bersifat kekal.

👉 Paulus bertekad tdk mau membuang waktu dan energinya utk fokus kpd sesuatu yg bernilai sementara.