MEMBANGUN HUBUNGAN DENGAN TUHAN
2 Tawarikh 7:14 (TB)
dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.
=> Latar belakang ayat ini merupakan jawaban Tuhan kepada Raja Salomo pada malam hari setelah selesai dilakukannya peresmian Bait Suci di Yerusalem (berdasarkan catatan Alkitab dalam 1 Raja-raja, pembangunan tersebut dimulai pada tahun keempat pemerintahan Salomo dan selesai pada tahun kesebelas).
Di mana Tuhan berjanji akan mendengarkan doa umat-Nya jika mereka datang dengan pertobatan di tengah masa-masa sukar seperti kelaparan atau penyakit.
=> Ketika Daud menjadi raja, dia ingin membangun sebuah rumah untuk Allah, tetapi Allah tidak mengizinkannya.
- Tuhan tidak mengizinkan Raja Daud membangun Bait Suci karena Daud adalah seorang prajurit yang telah banyak menumpahkan darah dalam perang.
- Allah menghendaki Bait Suci-Nya dibangun oleh seseorang yang melambangkan damai sejahtera, yaitu putranya, Salomo
- Pada awalnya, Nathan mendorong Daud untuk mewujudkan keinginannya membangun bait suci bagi Tuhan (1 Tawarikh 17:1). Namun malam itu firman Tuhan datang kepada Nathan, mengubah rencana tsb : “Pergilah dan beritahukan kepada hamba-Ku Daud, ‘Beginilah firman Tuhan: Bukan engkau yang akan membangun rumah kediaman bagi-Ku’” (ayat 4). Kemudian Tuhan menunjukkan bahwa, sepanjang sejarah panjang tabernakel, Dia tidak pernah sekali pun menegur para pemimpin Israel karena tidak membangun bait suci yang permanen (ayat 5-6). Daripada Daud membangun bait suci, Tuhan memutuskan untuk mengizinkan putra Daud untuk mengawasi pekerjaan ini (ayat 11-12).
- 1 Tawarikh 22:8 menjelaskan keputusan Tuhan untuk tidak mengizinkan Daud membangun bait suci: “Engkau telah menumpahkan banyak darah dan telah berperang dalam banyak peperangan. Engkau tidak boleh membangun sebuah bait suci untuk nama-Ku, karena engkau telah menumpahkan banyak darah di bumi di hadapan-Ku.”
Latar belakang Daud yang menumpahkan darah di masa perang adalah alasan Tuhan memilih putra Daud (lihat juga 1 Tawarikh 28:3). Tuhan menginginkan seorang yang cinta damai untuk membangun bait suci, bukan seorang yang gemar berperang. Bait suci-Nya akan menjadi “sebuah rumah doa bagi segala bangsa” (Yesaya 56:7).
- Karena Daud dilarang membangun bait suci sendiri, ia membantu mengumpulkan bahan-bahan dan menyiapkan rencana pembangunan bait suci. Ia berkata kepada Salomo , “Aku telah bersusah payah menyediakan bagi bait Tuhan seratus ribu talenta emas, satu juta talenta perak, perunggu dan besi dalam jumlah yang tak terhingga, serta kayu dan batu. Dan engkau boleh menambahkannya. Engkau mempunyai banyak pekerja: tukang batu, tukang batu dan tukang kayu, serta orang-orang yang terampil dalam segala macam pekerjaan emas dan perak, perunggu dan besi—para pengrajin yang jumlahnya tak terhitung. Sekarang mulailah pekerjaan itu, dan Tuhan menyertai engkau” (1 Tawarikh 22:14-16).
=> Start mulai membangun :
Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu... dan Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya. (2 Sam. 7:12-13).
Jadi Allah berfirman bahwa putra Raja Daud akan membangun bait suci.
- Raja Salomo mulai mengumpulkan bahan untuk membuat umpan suci. Dia memesan kayu cedar dan cemara dari Lebanon.
- Dia mengumpulkan 30.000 orang dari seluruh Israel sebagai pekerja untuk menggali batu dan menyiapkan kayu untuk pembangunan Bait Suci.
- Bait suci itu sangat mengesankan. Seluruh bagian dalamnya terbuat dari kayu cedar.
- Raja Salomo menyuruh seluruh bagian bait suci dilapis emas.
Secara keseluruhan, dibutuhkan tujuh tahun untuk menyelesaikan pembangunan bait suci.
- Di dalamnya terdapat perabotan dan aksesoris (Lihat 1 Raja-raja 7:48-50).
- Akhirnya, tiba saatnya untuk mendedikasikan umpan suci. Semua orang Israel berkumpul di Yerusalem. Para imam membawa tabut perjanjian ke tempat maha kudus, dan awan memenuhi Bait Tuhan. Kemuliaan Tuhan memenuhi bait suci.
=> ayat 11 :
Setelah Raja Salomo menyelesaikan pembangunan dan penyerahan Bait Suci kepada Allah, yang disertai dengan doa penyerahan yang panjang dan persembahan korban yang besar.
- Salomo berdoa dan memuji Tuhan karena menepati perjanjian-Nya kepada Daud.
- Doa dan pidato Salomo diikuti dengan persembahan korban kepada Tuhan.
- Bait suci adalah tempat Allah bertemu dengan umat-Nya, dan bait suci membuat umat Tuhan mempunyai tempat yang lebih permanen untuk menyembah-Nya.
- Orang-orang bisa pergi ke sana untuk mempersembahkan korban dan menyembah Allah..... pada saat itu !!!
=> ayat 12-13 :
Tuhan menampakkan diri kepada Salomo dan Tuhan memperingatkan bahwa jika ada masa ketika Ia menutup langit sehingga tidak ada hujan, menyuruh belalang menghabiskan bumi, atau mengirimkan penyakit sampar kepada umat Israel.
=> ayat 14 melalui ayat ini, Allah memberikan "jalan keluar" atau syarat pemulihan bagi bangsa Israel jika hukuman itu terjadi, yaitu umat-Nya harus merendahkan diri, berdoa, mencari wajah Allah, dan berbalik dari jalan yang jahat.
Janji Allah: Jika syarat tersebut dipenuhi, Allah berjanji dari surga akan mendengarkan, mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka
IMPLEMENTASI
Yesus mengubah segalanya ketika Dia mati untuk dosa-dosa kita di kayu salib.
Kita harus sll menyadari bahwa itu anugerah terbesar buat hidup kita.
Dengan cara Ia menanggung dosa kita ke dalam diri-Nya, Yesus membuka jalan bagi orang-orang berdosa untuk datang kepada Tuhan, membangun persekutuan yang intim dengan Dia.
Sekarang ada Roh Kudus yg diutus utk menyertai kita sampai selama-lamanya atau sampai Tuhan Yesus datang sesuai janji Yesus kpd setiap org percaya, dan jika kita mau sungguh-sungguh membangun hidup kita dg cara yg berkenan kepadaNya dan keintiman dg Dia, Ia akan menuntun dan memelihara kita di zaman yg semakin keras, sukar dan jahat ini.
Jika kita lihat di media sosial atau berita-berita yg sdr dapatkan, grafik atau tingkat kesukaran hidup, dan kejahatan dimana-mana semakin hari semakin meningkat, tetapi satu hal yg sdr dan saya harus sadari dan percayai bahwa penyertaan dan pemeliharaan Tuhan sempurna atas hidup kita, atas orang orang percaya dan yg mengasihi Dia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar