Kamis, 09 Juni 2022

SIKAP HIDUP ORANG PERCAYA DALAM MENANTIKAN KEDATANGAN TUHAN YESUS YANG KEDUA KALI

 


SIKAP HIDUP ORANG PERCAYA DALAM MENANTIKAN KEDATANGAN TUHAN YESUS YANG KEDUA KALI

Disusun : Pdt. Erwan

PENDAHULUAN
📚 Parousia (pəˈruːziə; Yunani: παρουσία) adalah kata Yunani kuno yang berarti kehadiran, kedatangan, atau kunjungan resmi.
Kata tersebut didefinisikan sebagai Kedatangan Kristus yang kedua kali ke bumi (I Korintus 15:23). Referensi hal ini sering digambarkan dengan hal kemenangan akhir Tuhan Yesus dan pendirian kerajaan-Nya (I Tesalonika 4: 15-17; Matius 24: 3-14; II Petrus 1:16).

Jadi Parousia seperti yang terdapat dalam kitab Wahyu 22:12: “Sesungguhnya Aku datang segera …” dipahami sebagai kedatangan kembali Tuhan Yesus ke dunia untuk kedua kalinya.
Kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya adalah doktrin yang sejak semula dipegang oleh kekristenan secara ortodoks.
Ini terlihat di dalam pengakuan Iman Rasuli, Nicea-Chalcedon.
Kedatangan Kristus bersifat harfiah dan jasmani.
Ia akan kembali sebagaimana para murid melihat-Nya naik: 
“Hai orang orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.” (KPR 1:11).

Kembalinya Kristus harus diantisipasi dengan penuh kegembiraan dan pengharapan 2 Tim 4:8 (bukan menjadi jerat) oleh orang-orang percaya, karena hal kedatangan-Nya juga tidak diketahui kapan waktu dan saatnya. Kedatangan-Nya yang kedua ini akan bersifat tiba-tiba, mendadak, tidak dalam perkiraan manusia, dan tidak seorang pun yang tahu. Seperti yang Yesus sendiri katakan: “Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa saja” (Markus 13:32).

Karenanya dalam Wahyu 3:3 Yesus mengingatkan semua yang menantikan parousia agar bersiaga dan berjaga jaga: “Sebab itu ingatlah apa yang telah engkau terima dan dengar. Lakukanlah itu dan bertobatlah. Jika engkau tidak terjaga, maka Aku akan datang seperti pencuri. Engkau sekali-kali tidak akan mengetahui kapan waktunya Aku datang.” 
Demikian juga yang terdapat pada Lukas 12:40: “Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan.”

Tuhan Yesus menyatakan bahwa Ia sendiri akan datang (Yoh 14:3; 21;22,23):
-          Kedatangannya itu tidak terduga (Mat 24:32-51),
-          Secara tiba-tiba (Mat 24:26-28),

Janji dan Kepastian Kedatangan Tuhan Yesus kedua kali kepada seluruh pengikutNya :
Yohanes 14:1-3
“Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.”

▪Kisah Rasul 1:10-11
Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."

Cara dan Situasi Keadaan saat Tuhan Yesus datang kembali :
▪Lukas 21:27

Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.
Ref : Kis.1:10-11

▪Wahyu 1:7
“ Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia. Ya, amin.”

▪1 Tesalonika 4:16-17
Apakah yang akan kita lihat dan dengar ketika Ia datang? Ada dalam Alkitab,“ Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.”

▪Matius 24:27
“ Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia.”
Ref : Matius 24:37 ~> seperti pada zaman Nuh

● Sikap Hidup Dalam Menantikan Kedatangan Tuhan Yesus :
1. 👉Matius 25 : 1 – 13 

Gadis-gadis bijaksana memiliki persiapan yaitu cadangan minyak untuk pelitanya ketika menyongsong mempelai laki-laki yang datang menjemputnya, sedangkan gadis-gadis yang bodoh tidak mememiliki minyak ketika pelita mereka padam sehingga mereka tidak layak.
Ctt : Tradisi di Israel dalam menyambut dan menghadiri pernikahan harus menyalakan api/pelita.

📋 Kesimpulan yang diberikan oleh Tuhan Yesus untuk perumpamaan ini sederhana dan tepat : "Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya (ay.13)." Dengan jelas Ia menunjuk kepada Dirinya sendiri dan Ia mengajarkan tentang kedatangan-Nya kembali
Ref : Matius 24:42 : “ Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.”

📚 Kata "Berjaga-jagalah" (yun) γρηγορεῖτε ; grēgoreite, artinya waspada, tidak lengah, selalu siap. Berjaga-jaga sangat penting karena berhubungan dengan keselamatan baik pribadi maupun orang banyak, musuh akan mudah masuk ketika kita tidak berjaga-jaga.
Kata ini umumnya dipakai dalam dunia militer.


Seorang prajurit yang berjaga-jaga akan tahu kalau ada musuh yang datang, seorang penjaga menara mercusuar yang berjaga-jaga akan selalu memperhatikan ke laut bila ada kapal yang mendekat, mereka akan memberi tanda sehingga kapal tersebut tahu ada daratan dan harus berhati-hati supaya tidak menabrak.

Kita tidak tahu kapan waktunya musuh (iblis) menyerang atau kapan mempelai akan datang untuk membawa kita masuk dalam pesta perjamuan. Tetapi kalau kita berjaga-jaga maka kita akan senantiasa waspada, baik waktunya musuh akan menyerang atau Tuhan Yesus datang untuk menjemput kita masuk ke dalam kerajaanNya.

Paulus menggunakan beberapa kali kata kerja "γρηγορεῖτε" dlm tulisannya, kata kerja Yunani ia guna spy jemaat berjaga-jaga menanti kedatangan Kristus kembali (1 Tes 5:6, 10 dan Kol 4:2). Markus menggunakannya dg pengertian yg sama beberapa kali (Mark 13:34, 35, 37) dan kita Wahyu menggunakannya juga (Why 3:3).

ORANG YANG BERJAGA-JAGA ADALAH ORANG YANG SENANTIASA BERFOKUS KEPADA TUHAN, SENANTIASA MEMBANGUN HUBUNGAN DENGAN ALLAH, SENANTIASA DEKAT DENGAN TUHAN DAN SENANTIASA MENJAGA HIDUP DALAM HADIRAT TUHAN YG BERHUBUNGAN DALAM KEBENARAN (DALAM PERTOLONGAN DAN PIMPINAN ROH KUDUS)

📋 Kita harus menanti dan menyongsong kedatangan Tuhan Yesus dengan mempersiapkan hidup dlm kebenaranNya yg mutlak dan memiliki hubungan secara pribadi dengan Dia dalam pimpinan dan penyertaan Roh Kudus.
📋 “Bijaksana” artinya siap kapan saja menanti kedatangan Tuhan, sedangkan “Bodoh” adalah tidak bersiap-siap sehingga tidak layak.
📋 Konsekwensi jika kita tidak siap atau berjaga-berjaga pada hari kedatanganNya, kita tdk akan memasuki kebahagian kekal atau abadi, bahkan Kristus akan berkata "Aku tidak mengenal kamu" artinya Tuhan akan berterus terang dengan kita bahwa Ia tdk memiliki hubungan dg kita (ay.12)
Ref : Matius 7:23

2. 👉Matius 28:18-20

18) Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. 
19) Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, 
20) dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Ref : Yohanes 15 : 16 : Kita telah dipilih dan ditetapkan oleh Tuhan oleh sebab itu kita harus pergi untuk menghasilkan buah bagi kerajaan-Nya. itu sebabnya selama masih ada kesempatan hari ini kita menantikan kedatangan Tuhan kita hidup untuk berbuah untuk Tuhan

📋 Mengerjakan Kemuridan dan Misi Penginjilan
Artinya sembari menantikan kedatangan Tuhan Yesus datang kedua kali, gereja harus terus membertakan injil keselamatan di dalam Kristus (menceritakan dan mengajar orang baik yang akan, sedang dan yg sudah di jangkau menjadi murid tentang semua yang telah dikerjakan oleh Tuhan Yesus selama Ia berada di dunia dari kedatangan pertamaNya/kelahiran hingga kematianNya di salib serta keteladanan hidup Kristus yang harus kita teladani atau kenakan.

KESIMPULAN
Jadi kedua hal tersebut yg harus gereja atau setiap orang percaya lakukan menjelang kedatangan Kristus yg kedua kali untuk menjemput gerejaNya yg layak menjadi mempelaiNya.
Alkitab juga berkata bahwa kedatangan Tuhan Yesus kedua kali menjadi waktu untuk pemberian upah atau reward (penghargaan)
“ Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.” (Matius 16:27)





Kamis, 24 Maret 2022

MEMAHAMI MAKNA KALIMAT MENJADI KEPALA DALAM ALKITAB

 *MEMAHAMI MAKNA KALIMAT MENJADI KEPALA DAN BUKAN EKOR DALAM ALKITAB*

Oleh : Pdt. Erwan

■ Ada banyak janji Tuhan kepada setiap umat-Nya yang percaya. Salah satu janji Tuhan adalah Ia akan mengangkat anak-anak-Nya menjadi kepala dan bukan ekor, akan tetap naik dan bukan turun.

Kenapa harus kepala dan bukan ekor – Selama ini banyak orang Kristen yang salah mengerti dengan arti ayat ini. Menjadi KEPALA selalu kita identikkan dengan pangkat atau jabatan tinggi seseorang dalam sebuah pekerjaan atau instansi, sehingga ada yang berkata, “Katanya Tuhan akan mengangkat kita menjadi kepala dan terus naik, buktinya selama bertahun-tahun saya hanya menjadi karyawan biasa, tetap tidak mengalami peningkatan.”
Apakah kita langsung putus asa ketika janji firman Tuhan masih belum mengangkat kita menjadi yang terbaik di dalam pekerjaan atau karier ?

● Sesungguhnya makna menjadi “kepala” yang terdapat dalam Alkitab memiliki makna yang sangat luas :

1. ✴📖 “TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia, dan apabila engkau tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dari segala perintah yang kuberikan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain dan beribadah kepadanya.” (Ulangan 28 : 13-14).

Kitab Ulangan 28:1-14 adalah pengucapan rangkaian berkat bagi semua orang yg taat, artinya
ketaatan kepada Allah mendatangkan berkat yaitu hidup yang berkenan kepada-Nya.
Salah satu yang banyak orang sukai dan sering di bagikan adalah pada bagian ayat 13 "menjadi kepala dan bukan ekor."

📚 Ulangan 28:13
📌 LAI TB : TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala {LEROSH} dan bukan menjadi ekor (LEZANAV), engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia,
📌 BIS (1985) TUHAN Allahmu akan menjadikan kamu pemimpin di antara bangsa-bangsa, dan bukan pengikut. Kalau kamu setia mentaati semua perintah TUHAN yang saya berikan kepadamu hari ini, kamu akan semakin makmur dan tak pernah mundur.
📌 Translit interlinear, UNETAN'KHA {dan Dia akan memberikan/menjadikan kepadamu} YEHOVAH {dibaca: 'Adonay, TUHAN} LERO'SH {sebagai kepala} VELO' {dan tidak} LEZANAV {sebagai ekor} VEHAYITA {dan engkau akan menjadi} RAQ {hanya} LEMA'LAH {ke atas} VELO' {dan tidak} TIH'YEH {engkau akan menjadi} LEMATAH {ke bawah} KI-TISH'MA' {jika engkau akan mendengarkan} 'EL-MITS'VÔT {atas perintah-perintah} YEHOVAH {dibaca: 'Adonay, TUHAN} 'ELOHEYKHA {Allahmu} 'ASHER {yang} 'ANOKHI {aku} METSAVEKHA {aku memerintahkan kepadamu} HAYOM {hari ini} LISH'MOR {untuk mendengarkan} VELA'ASOT {dan untuk melakukan}

📚 Kata "Kepala" (Ibrani: רֹאשׁ - RO'SH, Yunani: κεφαλη – KEPHALÊ) tidak dipandang sebagai tempat akal pikiran tetapi sebagai sumber kehidupan.

👉 Menjadi kepala berarti bangsa Israel diberikan kekuasaan atas bangsa lain dan tidak membuat mereka takluk kepada bangsa lain. 
Ungkapan yang sama juga diulangi dalam frasa engkau akan tetap naik dan bukan turun.
Jadi makna menjadi “kepala” artinya kehidupan kita menjadi berkat, teladan dan membawa pengaruh yang luar biasa bagi banyak orang.
Kita menjadi panutan bagi banyak orang; ke mana “kepala” pergi, ke situ “ekor” pasti akan mengikuti.
Bukan berbicara soal pangkat (dari karyawan menjadi ...jika di sebuah perusahaan hanya memiliki seorang karyawan lalu karyawan tsb selamanya menjadi karyawan...apakah dpt disimpulkan ia tdk menjadi "kepala"?) atau kekayaan yang dimiliki oleh seseorang.
Makna menjadi KEPALA menekankan pada “kualitas” hidup seseorang.

📚 Seperti kata firman Tuhan, “Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.” (1 Timotius 4:12b).


2. ✴ 📖 Mazmur 24:7
LAI TB, Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan!
Hebrew,
שְׂאוּ שְׁעָרִים רָאשֵׁיכֶם וְהִנָּשְׂאוּ פִּתְחֵי עֹולָם וְיָבֹוא מֶלֶךְ הַכָּבֹוד׃
Translit interlinear, SE'U {kalian angkatlah} SHE'ARIM {pintu2 gerbang} RA'SHEYKHEM {kepala2 kalian} VEHINAS'U {dan kaluan terangkatlah} PIT'KHEY {pintu2 dari} 'OLAM {kekekalan} VEYAVO' {dan Dia akan tiba} MELEKH {Raja} HAKAVOD {kemuliaan}

👉 Mengangkat kepala disini bermakna memberi kehidupan dalam arti keberhasilan yg bersumber dan dlm pengharapan hanya kpd Allah.


3. ✴ 📖 Mazmur 27:6
LAI TB, Maka sekarang tegaklah kepalaku, mengatasi musuhku sekeliling aku; dalam kemah-Nya aku mau mempersembahkan korban dengan sorak-sorai; aku mau menyanyi dan bermazmur bagi TUHAN.
Hebrew,
וְעַתָּה יָרוּם רֹאשִׁי עַל אֹיְבַי סְבִיבֹותַי וְאֶזְבְּחָה בְאָהֳלֹו זִבְחֵי תְרוּעָה אָשִׁירָה וַאֲזַמְּרָה לַיהוָה׃
Translit, VE'ATAH {maka sekarang} YARUM {dia akan tegak} RO'SHI {kepalaku} 'AL {atas} 'OYEVAI {musuh2ku} SEVIVOTAI {mengelilingi aku} VE'EZ'BEKHAH {maka biarlah aku akan mempersembahkan} VE'OHOLO {di dalam kemah-Nya} ZIV'KHEY {korban2 dari} TERU'AH {sorak-sorai} 'ASHIRAH {dan biarlah aku hendak menyanyi} VA'AZAMERAH {dan biarlah aku bermazmur} LAY'HOVAH (dibaca: L'Adonay, kepada TUHAN)

📖 Lukas 21:28
LAI TB, Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.
KJV, And when these things begin to come to pass, then look up, and lift up your heads; for your redemption draweth nigh.
Textus Receptus (TR), αρχομενων δε τουτων γινεσθαι ανακυψατε και επαρατε τας κεφαλας υμων διοτι εγγιζει η απολυτρωσις υμων
Translit interlinear, arkhomenôn {ketika mulai} de {lalu} toutôn {hal2 ini} ginesthai {terjadi} anakupsate {berdirilah tegak} kai {dan} eparate {angkatlah} tas kephalas {kepala2} humôn {kalian} dioti {sebab} eggizei {mendekat} hê apolutrôsis {penebusan} humôn {kalian}

👉 Secara kiasan kepala menyatakan keunggulan hidup yg berdampak pada kekuasaan karena otoritas Allah
Ex : Yusuf (Kej.37-42)


● Perjanjian Baru tidak menulis tentang ekor tetapi tentang kepala.
Kristus dikatakan sebagai kepala dari tubuh-Nya yaitu gerejaNya (Efesus 5:23; Kolose 2:19), kepala dari setiap orang laki-laki (1 Korintus 11:3), kepala dari segala yang ada (Efesus 1:22), dan kepala dari semua pemerintah dan penguasa (Kolose 2:10), juga ketika laki-laki (suami) dikatakan sebagai kepala dari perempuan (istri) (1 Korintus 11:3, Efesus 5:23), maka arti yang terutama adalah arti baku tadi yaitu kepada dari sumber kehidupan dan otoritas.

● Contoh kepala yang baik :

📖 Titus 1:7-9
Sebab sebagai pengatur rumah Allah seorang penilik jemaat harus tidak bercacat, tidak angkuh, bukan pemberang, bukan peminum, bukan pemarah, tidak serakah, melainkan suka memberi tumpangan, suka akan yang baik, bijaksana, adil, saleh, dapat menguasai diri dan berpegang kepada perkataan yang benar, yang sesuai dengan ajaran yang sehat, supaya ia sanggup menasihati orang berdasarkan ajaran itu dan sanggup meyakinkan penentang-penentangnya.

Kepala harus tahu ke mana mereka pergi.
Kemana pun kepala pergi kesitulah ekornya berjalan mengikuti.
Para pemimpin rohani harus memenuhi standar yang ditetapkan dalam Titus 1:7-9 dan membimbing orang lain menuju kedewasaan yang lebih tinggi dalam hubungan mereka dengan Kristus, dan para pengikutnya harus dengan penuh kasih memercayai pemimpin rohani mereka untuk mencapai tujuan itu.

Entah saat ini, kita seorang pemimpin atau pengikut, kita harus tahu kemana kita pergi, jika tidak maka kita akan berakhir di tempat yang salah.
Pemimpin yang layak diikuti adalah pemimpin yang mengikuti Kristus.

Sama seperti bangsa Israel akan menjadi kepala jika mereka setia dan taat, demikian pula orang percaya akan menjadi kepala (seperti konteks diatas), jika mereka setia dan taat kepada Tuhan dan kebenaranNya.

Jumat, 22 Oktober 2021

MEMBANGUN BERSAMA TUHAN (Maz.127:1-5)

 


📖 MEMBANGUN BERSAMA TUHAN (Maz.127:1-5)

Oleh : Pdt. Erwan

● MAZMUR 127:1
Nyanyian ziarah Salomo.
Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.

📚 secara umum ayat tersebut memiliki makna :
Tanpa Tuhan semua yang kita bangun atau kerjakan sia-sia, dan secara spesifik sesungguhnya ayat ini berbicara membangun generasi.
Kata "membangun" dalam teks ibrani pada ayat ini dipakai kata “Banah”, yang sebenarnya memiliki makna membangun keturunan atau generasi (lihat ayat selanjutnya 3-5)

👉 Implementasi yang Tuhan kehendaki pada konteks ayat ini adalah ketika kita membangun generasi dan hal apa saja khususnya hidup kita, kita harus membangun bersama Tuhan, yaitu menggunakan cara, pola atau jalan-jalan-Nya, bukan menggunakan jalan atau pikiran kita sendiri.

📚 Pada surat Roma 8:28 disana tertulis :
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

👉 Kalimat “Allah turut bekerja” dalam teks aslinya (bhs.yunani) adalah sunergei (συνεργεῖ), berasal dari akar kata sunergeo (συνεργέω).
▪ Kata sunergeo merupakan gabungan dari dua kata, yaitu : sun dan ergon.
▪ Sun artinya bersama-sama, sedangkan ergon artinya bekerja atau melakukan sesuatu yang berkesinambungan atau terus menerus
▪ Jadi kata sunergei berarti 'he works together' (= ia bekerja bersama-sama).
~> bisa juga berarti : menolong

▪ Kata sunergei menunjuk kepada kegiatan yang berlangsung terus menerus bagi orang-orang yg mengasihi Dia dan hidup dlm rencanaNya.
Artinya, janji ini hanya di sediakan bagi orang yg mengasihi Tuhan dan yg hidup dlm rencanaNya*
📌 Contoh : Henokh, Nuh, Paulus, Yesus


👉 Keuntungan kita membangun bersama Tuhan ialah kita akan memiliki hubungan yg semakin dekat atau intim dg Tuhan dan kita jg senantiasa hidup dengan hikmat-Nya dlm segala keadaan.

📚 Kemudian makna kata "sia-sia usaha orang yg membangunnya"
👉 Terj. AYT : orang-orang yang membangunnya bekerja keras dalam kesia-siaan
👉 Terj. MILT : mereka yang membangunnya telah berjerih lelah atasnya dalam kesia-siaan

 Makna kata "sia-sia" adalah "bersifat sementara, rapuh, atau tidak permanen"

⚫ KESIMPULAN :
Frasa kunci dalam Mazmur Salomo ini adalah “Jikalau bukan Tuhan yang ...”
Artinya jika bukan Tuhan yang memberkati kita (campur tangan Tuhan dlm hidup dan seluruh aktivitas kita), sekalipun semua yg kita lakukan tampaknya berjalan seperti biasanya, dan seberapa keras pun usaha yg kita lakukan, tidak akan membuat kita, keluarga, usaha atau apapun yg kita lakukan dapat bertahan, semuanya rapuh atau sia-sia, dan tragisnya akan berakhir dg kekecewaan dan kegagalan.

Sebaliknya, hanya yang berasal dari Allah dan yg diberkati oleh-Nya (ada senantiasa campur tangan Tuhan), akan benar-benar memiliki hidup yg berarti, sehingga ketika ada persoalan hidup, kita akan menghadapinya dg kekuatan dan hikmat-Nya, dan dampaknya kita akan tetap kuat bersama Tuhan.

Intinya adalah pada saat kita membangun hal apa saja, kita harus memastikan bahwa kita membangun sesuai dengan polanya Allah, bukan menurut gagasan, rencana, atau usaha manusia.

📚 Efesus 5:15 TB 
Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif.

Kata “bagaimana kamu hidup” mempunyai makna "kehidupan yang terjaga".
Artinya kehidupan yg sesuai dg pola atau standar kebenaran Tuhan.
Implementasinya ialah kita harus menjaga hidup kita dlm sgl aspek, baik dlm pikiran, perkataan, dan sikap kita, agar selalu sesuai dengan kebenaranNya.
Mazmur 119:105 berkata, "Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku."

Jadi Kebenaran, “Jikalau bukan TUHAN yang..., sia-sialah...” harus diberlakukan dalam berbagai sisi kehidupan kita, seperti dalam kehidupan pernikahan, membesarkan anak, membangun relasi, pelayanan dimana saja dan aktivitas lainnya.... Amin

JIKA TUHAN TIDAK IKUT CAMPUR TANGAN DALAM HIDUP KITA MAKA SIA-SIA SEGALANYA
erwan musa.blogspot.com

Kamis, 07 Oktober 2021

BERTEKUN DALAM PENGAJARAN DAN DALAM PERSEKUTUAN ADALAH HAL MUTLAK UNTUK BERTUMBUH DAN BERBUAH (Kis.2:42)

 


■ BERTEKUN DALAM PENGAJARAN DAN DALAM PERSEKUTUAN ADALAH HAL MUTLAK UNTUK BERTUMBUH DAN BERBUAH (Kis.2:42)

Oleh : Pdt. Erwan Musa


📖 Kisah Para Rasul 2.42a
LAI TB : Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan, ….

TSI : Mereka rajin mempelajari ajaran para rasul, dan sering berkumpul dalam persekutuan, ..

MILT : Dan mereka hidup dengan terus bertekun dalam pengajaran para rasul, dan dalam persekutuan, ...

Shellabear : Mereka semua tetap belajar dari rasul-rasul dan tetap bersatu dalam kelompok orang-orang beriman, ...


● Setelah Roh Kudus dicurahkan pada hari Pentakosta, Rasul Petrus berkotbah dan jumlah orang percaya bertambah 3000 orang bertobat dan memberi diri dibaptis.
Inilah jemaat mula-mula yg tercatat pada Kisah Para Rasul 2:41-47, yg merupakan respon orang-orang tsb terhadap kotbah Rasul Petrus.

Setelah mereka percaya (ayat 41), kemudian mereka mengembangkan sebuah komunitas persekutuan yg berpusat pada Kristus.
Lalu hal penting yg mereka lakukan sebagai kumpulan orang percaya yang baru lahir tersebut ialah
mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan.

👉 Bertekun dalam pengajaran rasul-rasul
Kata "bertekun" (yun) προσκαρτεροῦντες ; proskarterountes verb - present active participle - nominative plural masculine, kata kerja ini berasal dari kata dasar proskartereo yg menjelaskan kebiasaan jemaat secara konsisten, terfokus dan terarah pada pengajaran rasul-rasul.
Artinya jemaat mula-mula menaklukan diri mereka di bawah kepemimpinan para rasul dan secara konsisten mereka hidup di dalam pengajaran rasul.
Dengan kata lain mereka rajin, giat, bersungguh-sungguh dan disiplin dengan ajaran para rasul.


Mengapa mereka harus bertekun dalam pengajaran rasul-rasul ... ?
Pertama, tentu sebagai bayi rohani yang baru lahir mereka perlu makanan rohani untuk bertumbuh.
Kedua, untuk memenuhi Amanat Agung : memuridkan semua bangsa (membaptis dan mengajar), mereka harus terlebih dahulu belajar sebelum mengajar.
Amanat Agung yang Tuhan Yesus berikan (Mat. 28:19-20), dalam tata bahasa Yunani hanya memiliki 1 kata kerja utama, yaitu: memuridkan, sedangkan
membaptis dan mengajar merupakan kata kerja present participle yang artinya kata kerja yang menerangkan kata kerja utamanya (memuridkan)
Secara sederhana dapat disimpulkan: memuridkan semua bangsa dengan cara: membaptis dan mengajar (kedua hal tsb harus terus berjalan bersama, tdk hanya menargetkan sampai jumlah orang yg di baptis)

Sayangnya banyak orang tidak mau belajar tapi mau mengajar atau bahkan menolak untuk belajar.
🎼 Riset : Untuk menggubah 1 lagu, seorang musikus harus terlebih dahulu mendengarkan 1,000 lagu.

Jadi proses belajar merupakan hal yg sangat mutlak agar dapat bertumbuh dalam pemahaman pada kebenaran dan pengenalan kpd Tuhan sehingga menghasilkan buah, sebagaimana yg Tuhan kehendaki bagi setiap orang percaya.

👉 Bertekun dalam persekutuan
Kata persekutuan dlm bhs Yunani : κοινωνίᾳ ; koinōnia memiliki arti dasar asosiasi, kemitraan, keintiman, atau berbagi.
Persekutuan kita dengan Kristus (1 Kor 10:16) membuat kita terikat dalam persekutuan dengan sesama orang percaya (1 Yoh 1:3).
Koinonia terjadi apabila sejumlah orang berkumpul dan saling berbagi.
Koinonia berasal dari akar kata Κοινή ; koine, yg berarti "sesuatu yg sama dan menyatukan".
Jadi persekutuan adalah kumpulan orang-orang yg memiliki suatu kesamaan yg menyatukan, tentunya dalam lingkup kebenaran.

📇 Catatan : Koinonia dlm persekutuan bukan hanya sekedar orang berkumpul tetapi menjadi persekutuan orang-orang percaya yg di persatukan krn meresponi anugerah keselamatan yg Allah berikan melalui Tuhan Yesus.

KESIMPULAN :
Mari kita memiliki *cara hidup jemaat yang pertama* (Kis. 2:41-47), yaitu senantiasa bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan yg benar.
Bacalah Alkitab dengan teliti, tekun dan benar, pelajari dan berusaha memahami maksud dan makna yg sebenarnya, dan terus membangun hati yang lapar dan haus akan kebenaran. 

Jumat, 01 Oktober 2021

DOSA YANG TIDAK BISA DIHAPUS OLEH KORBAN APAPUN DALAM KONTEKS SURAT IBRANI 10:26-29 (Eksposisi)

 ■ DOSA YANG TIDAK BISA DIHAPUS OLEH KORBAN APAPUN DALAM KONTEKS SURAT IBRANI 10:26-29 (Eksposisi)

Oleh : Erwan Musa

Disamping ada dosa yang tidak terampuni yang tercatat pada Injil Matius 12:31-32, yaitu menghujat atau menentang Roh Kudus, Alkitab juga mencatat bahwa ada dosa yang tidak bisa di hapus oleh korban apapun yang tertulis pada Surat Ibrani 10:26.

LAI TB : Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.

● TSI (2014) : Karena kalau kita terus dan sengaja berbuat dosa sesudah kita menerima berita benar tentang semua yang Kristus sudah lakukan bagi kita, maka tidak ada lagi kurban yang bisa menghapus dosa tersebut.


📚 ETIMOLOGI
▪ Kata ”sengaja” pada ayat ini dipakai kata (yun) Ἐκουσίως ; ekousiōs berasal dari kata "hekousios" yang memiliki makna melakukan sesuatu dengan sukarela, disengaja dan diinginkan.

▪ Kata "berbuat dosa" (yun) ἁμαρτανόντων ; amartanontōn memiliki makna berbuat dosa dan dipakai menyatakan suatu kondisi yang berdosa.
Kondisi berdosa ini adalah suatu kejatuhan dalam hal iman kepada Kristus dan akan membawa kepada penghukuman yang kekal.

▪ Kata “menerima” pada ayat ini dipakai kata (yun) λαβειν ; labein dengan bentuk kalimat aorist infinitif aktif dari kata dasar ”lambano" yang berarti mengambil, menerima dan memiliki.
~> Jadi makna yang terdapat di dalam kata “labein” adalah dulu pernah mengambil, menerima dan memiliki.
Kata ini kemudian diikuti dengan preposisi bahasa (yun) μετὰ ; meta yang mengandung makna temporal, yaitu setelah.

▪ Lalu kata "pengetahuan" (yun) ἐπίγνωσιν ; (epignōsin) di samping berarti pengetahuan, kata ini juga memiliki makna pengenalan.

▪ Kemudian kata "kebenaran" (yun) Aletheia, memiliki arti kebenaran, yang dalam konteks ayat ini jika dipadukan dengan kata “Epignosis” sehingga bermakna pengetahuan akan kebenaran dari Injil yang absolut (mutlak) dan final.

▪ Kata ἀπολείπεται ; apoleipetai memiliki bentuk present indikatif pasif, yang bermakna ditinggalkan atau disisakan (pengertian kata ini menolong kita untuk memahami kata "untuk menghapus" dosa pada konteks ayat ini)

▪ kemudian yang terakhir adalah kata “korban" (yun) θυσία ; thusia, yang dapat diterjemahkan sebagai pengorbanan, persembahan dan tindakan persembahan.

⌨ Jadi setelah kita mengetahui dan memahami dengan jelas arti dari kata-kata yang penting diatas, maka kita dapat mengetahui dan menyimpulkan makna sebenarnya dari ayat tersebut.
Maknanya adalah :
"jika seseorang dengan sukarela dan sengaja, walaupun dulu sudah pernah menerima dan memiliki kebenaran Kristus di dalam kehidupannya tetapi menginginkan untuk meninggalkan imannya kepada Kristus, maka orang tersebut telah berbuat dosa dan tidak ada lagi korban untuk menghapus dosanya tersebut."


📖 Konteks ayat diatas, penulis surat ini sedang berbicara tentang hal meninggalkan Kristus yang telah diingatkan dalam Ibrani 6:4-8 :
6:4  : Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus,   
6:5  : dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang, 
6:6 : namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum. 
6:7 : Sebab tanah yang menghisap air hujan yang sering turun ke atasnya, dan yang menghasilkan tumbuh-tumbuhan yang berguna bagi mereka yang mengerjakannya, menerima berkat dari Allah; 
6:8 : tetapi jikalau tanah itu menghasilkan semak duri dan rumput duri, tidaklah ia berguna dan sudah dekat pada kutuk, yang berakhir dengan pembakaran.

📖 Ibrani 3:12
"Waspadalah, hai saudara-saudara, supaya di antara kamu jangan terdapat seorang yang hatinya jahat dan yang tidak percaya oleh karena ia murtad dari Allah yang hidup."

📚 Kemurtadan (yun) αποστασια ; apostasia, dipakai dua kali dalam PB sebagai kata benda (Kis 21:21; 2Tes 2:3) dan di dalam Ibr 3:12 dalam bentuk kata kerja (yun) ἀφίστημι ; aphistémi yang memiliki makna (go away =menyingkir, revolt= memberontak dan deserted= mengundurkan diri, abstain = tidak hadir/bersama).  
Dari penjelasan dalam bahasa aslinya/Yunani, kita dapat mengartikan murtad sebagai sikap pribadi yang bebas untuk hidup memberontak, mengundurkan diri, tidak bersama lagi dari Allah yang hidup.
Dalam versi lain juga diterjemahkan sebagai "berbalik dari".
Istilah Yunani ini ditegaskan sebagai tindakan meninggalkan, berkhianat, memberontak, mengundurkan diri atau berbalik meninggalkan sesuatu yang dahulu diikuti.

Jadi menjadi murtad berarti memutuskan hubungan keselamatan dengan Kristus atau mengundurkan diri dari persekutuan yang sangat penting dengan Dia dan iman yang sejati kepada-Nya
Hal ini dalam pengertian Kristen berarti orang tersebut posisinya ada diluar Kristus.

Dengan demikian kemurtadan pribadi hanya dapat terjadi pada seseorang yang sebelumnya sudah mengalami keselamatan, kelahiran baru, dan pembaharuan hidup melalui Roh Kudus (bd. Luk 8:13; Ibr 6:4-5)

● Ibrani 10:28-29
Jika ada orang yang menolak hukum Musa, ia dihukum mati tanpa belas kasihan atas keterangan dua atau tiga orang saksi. Betapa lebih beratnya hukuman yang harus dijatuhkan atas dia, yang menginjak-injak Anak Allah, yang menganggap najis darah perjanjian yang menguduskannya, dan yang menghina Roh kasih karunia?

Ayat-ayat ini berbicara tentang orang-orang yang seperti Yudas, yang telah mendengar kebenaran tapi menolaknya.
Yudas menghabiskan waktu bersama-sama Tuhan Yesus. Dia tak hanya mendengar kebenaran, tapi melihat dan bersama-sama Sang Kasih Karunia dan Kebenaran itu secara langsung.
Tapi ia menolak Yesus sebagai Tuhannya.
Dia tak pernah menganggap Yesus lebih dari sekedar ‘rabbi’.
Menganggap dan memanggil Yesus dengan sebutan rabbi sebenarnya adalah penghinaan, bahkan lebih dari itu, adalah ketidakpercayaan.

Yesus datang memberikan hidup-Nya untuk Yudas tapi Yudas tak tertarik. Dia lebih tertarik pada kehidupannya yang penuh dosa keserakahan dan pengkhianatan.
Saya percaya Yudas punya banyak kesempatan untuk bertobat (mengubah pikirannya) dan meletakkan imannya pada Yesus. Tapi ia tak melakukannya.

Yesus mati untuk Yudas. Apalagi yang bisa Yesus lakukan selain itu? Tak ada. Tak ada persembahan lain untuk menghapus dosa selain apa yang telah Yesus sediakan. Menolak Yesus sebagai Tuhan berarti menginjak-injak Anak Allah dan menganggap najis darah-Nya = menganggap darah-Nya setara dengan darah hewan.

📋Catatan dan Kesimpulan :
Konteks "dosa yang tidak bisa di hapus oleh korban apapun" pada Surat Ibrani 10:26 adalah dosa kemurtadan atau meninggalkan Yesus, tetapi bukan berarti selain dosa kemurtadan dapat di sahkan atau di halalkan untuk dilakukan.
Artinya terhadap dosa tidak ada kompromi!
Alkitab memerintahkan kepada seluruh orang percaya bahwa kita harus mematikan, membuang dan meninggalkan dosa.
📖 Roma 14:12
▪ LAI TB : Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah. 
▪ TSI (2014) Jadi, setiap kita akan mempertanggung-jawabkan semua perbuatan kita kepada Allah.

Kamis, 16 September 2021

HIDUP BERMURAH HATI ATAU BERBELAS KASIHAN SEPERTI BAPA DI SURGA

 ♨️ HIDUP BERMURAH HATI ATAU BERBELAS KASIHAN SEPERTI BAPA DI SURGA

 📖 Lukas 6:36 
TB : "Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati."  
AYT : Karena itu, hendaklah kamu berbelas kasihan, sama seperti Bapamu yang juga penuh dengan belas kasihan. 
TL  : Hendaklah kamu berpengasihan sama seperti Bapamu juga berpengasihan. 
BIS   : Hendaklah kalian berbelaskasihan seperti Bapamu juga berbelaskasihan!" 
TSI : Hendaklah kalian berbelas kasihan, sama seperti Bapa kita di surga berbelas kasihan. 

 ● Kata murah hati (yun) οἰκτίρμων ; oiktirmōn, bentuk kata sifat yg memiliki makna : murah hati dan penuh dengan belas kasihan. 

● Kemurahan hati (Ing) compassion, berasal dari dua kata latin (pati dan cum) yang berarti : menderita bersama, berbela rasa, murah hati.  

 👉 Murah hati atau belas kasihan adalah salah satu sifat atau karakter yang harus ada pada semua orang percaya, karena Kristus telah meninggalkan teladan hidup bagi kita, maka dari itu kitapun harus mengikuti jejak-Nya.  Sebagai anak Tuhan adalah mutlak mengenakan kehidupan yang di wariskan dari sifat atau karakter Bapa di Surga. Murah hati adalah cara untuk menyatakan perbuatan baik kepada orang lain.  Kemurahan hati selalu ditandai dengan sikap yang penuh belas kasihan terhadap orang lain, dengan wujudnya dalam tindakan suka memberi, suka menolong, baik hati, dsb 

 👉 Bermurah hati merupakan perintah Tuhan yang harus dilakukan oleh orang percaya yang telah beroleh kemurahan atau belas kasihan dari Tuhan (Yoh.3:16) Karena kemurahan Tuhan sematalah dosa-dosa kita telah diampuni sehingga kita diselamatkan. Dan kita harus bermurah hati bukan hanya kepada orang-orang yang berlaku baik kepada kita atau orang yang mengasihi kita, melainkan kepada semua orang, termasuk kepada musuh atau orang yang menyakiti kita sekalipun.   

Bermurah hati atau Berbelas kasihan bukan hanya menjadi tujuan, namun merupakan sebuah sikap dalam hidup atau life style. 
Sikap hidup yang didasarkan pada tiga kata kunci : melihat, tergerak dan bertindak (urutannya). Artinya semua diawali dengan melihat keadaan dan keberadaan orang lain, lalu memperhatikan dan membuka diri pada orang tsb dan akhirnya kita bertindak untuk melakukan sesuatu pada mereka. 

 📖 "Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka. Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosapun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka."  (Lukas 6:31-32). 

 📖 Alkitab menyatakan bahwa ada berkat tersedia bagi orang-orang yang memiliki kemurahan hati, yaitu mendapatkan upah yang besar dari Tuhan  (Lukas 6:33)  dan juga beroleh kemurahan.  "Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan." (Matius 5:7).  "Orang yang murah hati berbuat baik kepada diri sendiri,"  (Amsal 11:17).  

 👉 Kemurahan hati adalah salah satu dari buah Roh yang harus dihasilkan dalam kehidupan orang percaya  (Galatia 5:22-23).  Ini adalah proses hidup yang panjang yang dikerjakan oleh Roh Kudus dalam diri setiap orang percaya melalui persekutuan pribadi yang intim dan melekat dengan Tuhan