Jumat, 02 Oktober 2026

HIDUP SEBAGAI ANAK-ANAK TERANG -- dlm Konteks Surat Efesus 5:1-21

HIDUP SEBAGAI ANAK-ANAK TERANG -- dlm Konteks Surat Efesus 5:1-21

Sebelum saya jelaskan atau paparkan tujuan penulisan surat Rasul Paulus ini secara mendetail, alangkah baiknya kita memahami dahulu latarbelakang dan maksud Paulus bersurat kepada jemaat Efesus yg di rintisnya tersebut.

*) Kunjungan pertama rasul Paulus ke Efesus terjadi secara singkat pada akhir perjalanan misionarisnya yang kedua, seperti yang tercatat dalam Kisah Para Rasul 18:19–21. --> Paulus cuma singgah, sambil melewati

• Paulus tiba di Efesus didampingi oleh Priskila dan Akwila. 

• Ia tidak tinggal lama karena ingin melanjutkan perjalanan untuk kembali ke Antiokhia Siria, tempat kumpulnya Para Rasul.

• Ia sempat masuk ke rumah ibadat (sinagoga) orang Yahudi di Efesus dan berbicara dengan mereka. 

- Paulus menggunakan kesempatan singkat itu untuk berbicara, bertukar pikiran, dan memberitakan firman kepada orang-orang Yahudi di dalam sinagoge. 

• Ketika diminta untuk tinggal lebih lama, Paulus menolak dan berjanji akan kembali lagi jika Allah menghendaki. 

• Ia kemudian meninggalkan Priskila dan Akwila di Efesus.

*) Kemudian berselang kl. 2 th, Paulus melakukan kunjungan berikutnya ke Efesus, boleh dikatakan pada perjalanan misionarisnya yang ketiga (Kisah Para Rasul 19), di mana ia tinggal dan mengajar di sana selama sekitar dua hingga tiga tahun --> Paulus merintis jemaat Efesus

• Rasul Paulus merintis dan melayani jemaat di Efesus (sekitar tahun 52–55 M) 

• Awal Paulus tiba di Efesus, ia mengajar di sinagoga selama tiga bulan hingga terjadi penolakan. 

• Ia kemudian memindahkan tempat mengajarnya ke ruang kuliah Tiranus setiap hari selama dua tahun, membuat Injil tersebar luas di seluruh provinsi Asia. 

• Pelayanan Paulus disertai mukjizat besar sehingga banyak orang yang tadinya terlibat praktik sihir bertobat dan membakar buku-buku sihir mereka di muka umum.

*) Selama merintis dan melayani di Efesus, Rasul Paulus mengajar tentang Kerajaan Allah dan keselamatan di dalam Yesus Kristus melalui iman.

• Ia berani berbicara dan meyakinkan orang-orang mengenai Kerajaan Allah.

• Ia memuridkan orang-orang percaya sehingga firman Tuhan tersebar luas ke seluruh wilayah Asia Kecil (Efesus dan sekitarnya/Turki Modern)

• Ia menegaskan bahwa keselamatan dan pengampunan dosa diperoleh semata-mata karena kasih karunia Allah melalui pengorbanan Yesus Kristus, bukan karena perbuatan hukum Taurat. 

• Pengajarannya tidak hanya berupa kata-kata, tetapi juga dibuktikan dengan tanda-tanda mujizat, penyembuhan orang sakit, dan pelepasan dari kuasa gelap yang membuat banyak orang di Efesus bertobat. 

=> Keberhasilan Injil mengancam penjualan patung perak dewi Artemis buatan para tukang setempat, yang memicu terjadi kerusuhan besar di teater kota Efesus. 

=> Dengan adanya kerusuhan yang ditimbulkan oleh para pembuat patung Artemis tsb, Rasul Paulus memutuskan utk meninggalkan Efesus dan melanjutkan  perjalanan misinya dan jemaat Efesus bertumbuh dalam kasih karunia Roh Kudus.

*) Perlu diketahui bahwa komunitas atau jemaat di Efesus pada zaman Rasul Paulus terdiri dari dua golongan utama latar belakang etnis dan budaya, yaitu golongan orang Yahudi dan golongan orang bukan Yahudi (bangsa-bangsa lain/Gentiles). 

Golongan Orang Bukan Yahudi (Pagan/Yunani-Romawi):

• Merupakan mayoritas dalam jemaat Kristen di Efesus.

• Sebelum bertobat, mereka hidup dalam pengaruh kuat budaya Helenistik, praktik okultisme/sihir, serta pusat penyembahan berhala terutama Dewi Artemis (Diana) yang kuilnya sangat megah di kota tersebut. 

Golongan Orang Yahudi:

• Merupakan kelompok minoritas yang tinggal di kota perniagaan kosmopolitan.

• Sebagian dari mereka mulanya beribadah di sinagoga tempat Paulus pertama kali mengajar sebelum akhirnya berpindah ke Gedung Kuliah Tiranus. 

Golongan Status Sosial-Ekonomi yang Beragam:

• Komunitas ini mencakup berbagai lapisan masyarakat perkotaan Romawi abad pertama: mulai dari orang merdeka, para budak, pedagang, hingga kaum perempuan yang berperan aktif dalam pertumbuhan gereja mula-mula. 

*) Selang waktu kl. 10 th, ketika ia berada di penjara roma dan menjelang meninggalnya Rasul Paulus menulis surat kepada jemaat Efesus berkisar th.62-64 M, karena ia mengingat baground atau latarbelakang sebagian jemaat Efesus, keadaan dan situasi di kota Efesus, Rasul Paulus hendak meneguhkan iman mereka, mendorong persatuan rohani di dalam Kristus, dan menasihati jemaat agar tetap teguh menghadapi kekuatan jahat yg ada.

--> Jadi Paulus bermaksud membangkitkan semangat jemaat agar tetap kuat/semangat, tidak tawar hati dan sanggup bertahan melawan pengaruh serta kekuatan rohani yang jahat dan ia berdoa agar jemaat terus bertumbuh dalam iman, pengetahuan rohani, kasih, dan hikmat Allah.

=> Namun kenyataannya krn jemaat Efesus tdk menjaga hidup yg sungguh-sungguh dg Tuhan, tercatat dalam kitab Wahyu yg di tulis oleh Rasul Yohanes sekitar th.90-100 M, ketika ia ada di pulau patmos.

Di katakan disana bahwa jemaat Efesus "telah meninggalkan kasihmu yg semula" yg di hadapan Tuhan sbg kejatuhan yg sangat dalam atau serius (Wahyu 2:4-5)

--> hal serupa juga bisa terjadi atas kita, jika kita tdk mau membangun hidup sungguh-sungguh pada Tuhan.

*) Kembali ke Surat Efesus 5:1-21

Jadi inti sari dari Surat Efesus 5:1-21 merupakan nasihat rasul Paulus agar jemaat Efesus atau semua orang percaya "harus hidup sebagai anak-anak terang yang meneladani Allah dan dipimpin oleh Roh Kudus."

*) Tujuan dan alasan mengapa orang percaya harus hidup sebagai anak-anak terang:

1. Menunjukkan Identitas Baru di dalam Tuhan

• Keluar dari kegelapan: Dahulu orang percaya hidup dalam kegelapan atau dosa, tetapi kini mereka telah dipindahkan ke dalam Terang Kristus.

• Pencerminan kasih Allah: Kehidupan sehari-hari harus mencerminkan kasih Tuhan dan meneladani sifat-sifat Allah. 

2. Menghasilkan Buah Terang

• Kebaikan dan keadilan: Terang rohani selalu menghasilkan perbuatan yang jujur, adil, dan membawa manfaat bagi sesama.

• Menjauhi dosa: Umat dipanggil untuk meninggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berfaedah, seperti kejahatan, kemunafikan, dan hawa nafsu duniawi. 

3. Menjadi Saksi bagi Dunia

• Menerangi sekitar: Kehadiran orang percaya di tengah dunia yang gelap berfungsi sebagai pelita yang menuntun orang lain kepada kebenaran.

• Menyenangkan hati Tuhan: Hidup dalam terang berarti peka terhadap kehendak Allah serta berupaya melakukan apa yang berkenan kepada-Nya. 

*) Ada 4 hal yang harus di lakukan orang percaya untuk hidup sbg anak-anak terang menurut surat Efesus 5:1-21 :

=> 1. Kita harus hidup meneladani Allah dalam Kasih

Artinya, orang percaya harus menjadi penurut Allah dan hidup dalam kasih seperti Kristus yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai korban yang harum. 

=> 2. Menjauhi Perbuatan Kegelapan

Untuk mencapai kekudusan, orang percaya harus menjauhi percabulan, kecemaran, keserakahan, serta perkataan kotor atau kosong

=> 3. Hidup dengan Arif dan Bijaksana

Orang percaya harus mempergunakan waktu dengan baik di tengah hari-hari yang jahat dan berusaha mengerti kehendak Tuhan. 

=> 4. Hidup bergaul dan berjalan bersama Roh Kudus 

Orang percaya tidak mabuk oleh anggur, (artinya, tdk mabuk oleh segala  kenikmatan yg di berikan dunia ini) melainkan dipenuhi oleh Roh Kudus 

- Dengan kita bergaul dan berjalan dengan Roh Kudus setiap hari, kita akan hidup bijaksana sbg anak-anak terang.